PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Sumatera Utara menjadi tuan rumah Workshop Nilai Ekonomi Karbon dan REDD+ yang bertujuan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca berbasis hutan dan lahan pada Kamis-Jumat, 16-17 Januari 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah. Salah satu peserta yang menonjol adalah Profesor Rahmawaty, seorang ahli dalam bidang kehutanan dan lingkungan hidup yang bertindak sebagai Pokja REDD.

Workshop ini dimulai dengan sambutan dari Pj Sekda Provinsi Sumatera Utara, A Effendy Pohan yang menekankan pentingnya upaya kolektif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Tentu kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Kepala Dinas LHK Sumut, Yuliani Siregar, kemudian narasumber lainnya ada Direktur Eksekutif Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia atau PETAI dan Ahli Karbon.

"Dari kegiatan tadi kita mengetahui bahwa peran penting hutan dalam mitigasi perubahan iklim dan bagaimana REDD+ dapat menjadi solusi efektif," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Jumat, 17 Januari 2025.

Selama dua hari pelaksanaan ini nanti peserta workshop terlibat dalam berbagai sesi diskusi dan presentasi yang membahas berbagai aspek Nilai Ekonomi Karbon dan REDD+. Topik yang dibahas meliputi mekanisme perdagangan karbon, pengukuran dan pelaporan emisi, serta strategi implementasi REDD+ di tingkat lokal.

"Potensi besar Sumatera Utara dalam mengurangi emisi melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan sebenarnya cukup besar. Jadi kegiatan ini kami nilai sangatlah penting," tuturnya.

Workshop Nilai Ekonomi Karbon dan REDD+ di Sumatera Utara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Dengan keterlibatan berbagai pihak dan dukungan dari para ahli seperti Prof Rahmawaty, diharapkan implementasi REDD+ dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)