BORNEONEWS, Palangka Raya – Paud Lentera Harati, yang berlokasi di Jalan Patih Rumbih Nomor 30 B, tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) tetapi juga menjadi pusat layanan terapi anak. Layanan terapi yang tersedia mencakup terapi okupasi, integrasi sensori, terapi perilaku, remedial terapi, asesmen, dan konsultasi.
Menurut pengelola, metode pengajaran di Lentera Harati mengedepankan pendekatan yang ramah anak dan personal. Setiap anak diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi lingkungan guna melatih kemampuan sensorik dan emosional mereka. “Anak-anak dengan sensitivitas tertentu, misalnya terhadap suara atau cahaya, akan distimulasi secara bertahap agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Setiap pagi, anak-anak memulai kegiatan dengan bermain bebas atau senam. Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan energi mereka sebelum masuk ke kelas pada pukul 08.00. Hal ini dilakukan agar suasana belajar di kelas menjadi lebih kondusif. Selain itu, anak-anak juga diajarkan kemandirian melalui aktivitas sederhana seperti cuci tangan dan bermain bersama teman.
Bagi anak-anak yang memerlukan terapi khusus, jadwal dan program disesuaikan dengan kebutuhan individu. Program terapi dilakukan secara intensif dengan pendampingan satu terapis untuk setiap anak. Prosesnya dimulai dengan asesmen untuk menentukan kesiapan anak memasuki kelas reguler.
Anak-anak yang baru menjalani terapi akan mengikuti sesi secara bertahap, mulai dari seminggu sekali hingga intensitasnya meningkat sesuai perkembangan. Jika anak telah menunjukkan kesiapan, mereka akan dipindahkan ke kelas reguler.
“Pendekatan kami tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan emosional, sosial, dan sensorik anak. Hal ini bertujuan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara holistik, serta mampu beradaptasi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari,” tambah pengelola.
Layanan yang diberikan di Paud Lentera Harati diharapkan dapat menjadi solusi bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan sekaligus terapi terbaik untuk anak-anak mereka. (YUNISA NASELLA EVANSA)









