SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur (Kotim) telah melaksanakan pelelangan enam kegiatan strategis pada awal tahun ini. 

Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama mengungkapkan lima dari enam paket kegiatan tersebut telah selesai proses lelang dan bahkan sudah memiliki pemenang. Namun, kontrak kerja masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

"Kami menjadi dinas yang paling awal melaksanakan pelelangan. Selain enam kegiatan utama, dengan pengawasan, total ada sembilan paket yang telah kami lelang. Saat ini kami tinggal menunggu kontrak sesuai arahan pusat," kaya Mentana, Jumat, 17 Januari 2025.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Kotim Halikinnor pada rapat evaluasi akhir tahun 2024. Bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta melakukan lelang kegiatan diawal tahun agar pekerjaan tidak menumpuk pada akhir tahun. 

Adapun 6 paket kegiatan strategis Dinas SDABMBKPRKP yaitu rekonstruksi Jalan Simpang Kalang-Tumbang Kalang dengan anggaran sekitar Rp27 miliar, rekonstruksi Jalan Kota Besi-Kandan Camba dengan anggaran sekitar Rp26 miliar, rekonstruksi Jalan Nusantara di Desa Bapeang sebesar Rp6 miliar.

Lanjutnya rekonstruksi Jalan Wana Mustika di Telaga Antang dengan anggaran Rp13,8 miliar, pembangunan irigasi di Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, sebesar Rp1,6 miliar serta pembangunan jembatan di Sei Saan, Kecamatan Tualan Hulu, sekitar Rp6 miliar.

Mentana menegaskan sebagian besar dana yang digunakan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH), khususnya DBH sawit.

"Kami memastikan seluruh proses lelang berjalan sesuai aturan, dan saat ini kami hanya menunggu informasi ketentuan dari pusat untuk memulai pelaksanaan kegiatan," tambahnya.

Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Dinas SDABMBKPRKP Kotim dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis yang berdampak pada peningkatan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. (DEWI PATMALASARI/R)