BORNEONEWS, Sampit - Perum Bulog Kantor Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur (KC Kotim) meningkatkan harga pembelian gabah dari petani lokal, sejalan dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Kepbadan) Nomor 2 Tahun 2025 yang berlaku sejak 15 Januari 2024.
Kenaikan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
Kepala Bulog KC Kotim, Muhammad Azwar Fuad, menjelaskan bahwa harga gabah kering panen (GKP) kini naik menjadi Rp6.500 per kilogram dari sebelumnya Rp6.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras di gudang Bulog juga meningkat menjadi Rp12.000 per kilogram dari Rp11.000 per kilogram.
"Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Asta Cita Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami berkomitmen menyerap sebanyak mungkin hasil panen petani lokal, baik di Kotawaringin Timur maupun Katingan," katanya, Jumat, 17 Januari 2025.
Penyerapan gabah perdana dengan harga baru telah dilakukan pada Kamis (16/1) di Pagatan, Kabupaten Katingan. Azwar Fuad berharap kebijakan ini akan memotivasi petani untuk meningkatkan produksi padi.
"Dengan kenaikan harga ini, kami berharap petani di Kalimantan Tengah, khususnya di Kotim dan Katingan, semakin bersemangat menanam padi dan kesejahteraan mereka meningkat," tambahnya.
Pada 2024, Bulog KC Kotim menyerap sekitar 2.000 ton beras lokal Kalimantan Tengah. Dengan kebijakan harga baru ini, Bulog menargetkan peningkatan penyerapan hingga 50 persen, mencapai sekitar 3.000 ton pada tahun ini.
"Kami optimistis peningkatan penyerapan ini tidak hanya meningkatkan cadangan pangan nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi petani. Ini adalah komitmen kami untuk mendukung ketahanan pangan nasional," imbuhnya. (DEVIANA/R)









