BORNEONEWS, Sampit - Pabrik Es Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mampu memproduksi 200 balok es per hari, masing-masing dengan berat 25 kilogram. Harga pun cukup terjangkau yaitu Rp17 ribu per balok.
"Keberadaan pabrik es ini diharapkan dapat mengatasi kesulitan nelayan dalam mendapatkan es balok, sehingga aktivitas melaut dapat berjalan lancar dan kualitas ikan tetap terjaga. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada kestabilan harga jual ikan," kata Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, Jumat, 17 Januari 2025.
Pabrik Es Mentaya yang ada di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Metaya Hilir Selatan (MHS) itu baru saja diresmikan oleh Bupati Kotim Halikinnor. Pabrik tersebut mampu memproduksi es batu 200 balok per hari dengan berat 25 kilogram.
Sedangkan untuk harga es per balok, pihaknya membandrol harga Rp17 ribu per balok. Harga tersebut cukup terjangkau, sehingga meringankan beban para nelayan.
"Dengan adanya pabrik es balok ini, kami berharap permasalahan yang selama ini dihadapi nelayan dapat berkurang," ujar Ahmad Sarwo Oboy.
--page
Lebih lanjut, Ahmad Sarwo Oboy menjelaskan bahwa untuk menjaga kualitas es balok agar tetap awet hingga tujuh hari, nelayan disarankan untuk menyimpannya dalam kotak fiber atau kulkas bekas.
"Untuk kualitas es balok, kalau penyimpananya baik, dimasukkan dalam box fiber atau kulkas bekas, biasanya di kapal nelayan tahan sampai tujuh hari. Jadi para nelayan tidak perlu khawatir hasil tangkapannya rusak," tutupnya. (DEVIANA/Y)









