PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Palangka Raya, Gloriana Aden, mengungkapkan tingginya angka kejadian kebakaran di Palangka Raya yang disebabkan oleh korsleting listrik.

Menyikapi hal tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah terjadinya kebakaran.

Gloriana menjelaskan bahwa banyak kasus kebakaran yang ditangani oleh pihaknya disebabkan oleh kondisi instalasi listrik yang sudah tua, kabel yang terkelupas, atau penggunaan alat elektronik yang tidak sesuai standar. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan rutin terhadap instalasi listrik di rumah mereka. Periksa kondisi kabel-kabel listrik, stop kontak, dan saklar secara berkala,” ujar Gloriana, Sabtu, 18 Januari 2025.

Ia menyarankan agar masyarakat memanggil teknisi listrik yang berpengalaman untuk memeriksa instalasi listrik di rumah mereka secara berkala, minimal satu tahun sekali.

Gloriana juga meminta masyarakat untuk memperhatikan kondisi kabel-kabel listrik dan alat elektronik yang digunakan di rumah. Kabel yang sudah terkelupas atau rusak harus segera diganti untuk mencegah terjadinya korsleting listrik.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menggunakan alat elektronik yang sudah tua atau rusak.

“Jangan menumpuk banyak alat elektronik di satu stop kontak. Pastikan juga alat elektronik dimatikan saat tidak digunakan,” tambah Gloriana.

Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam penggunaan listrik dan selalu mematuhi standar keamanan penggunaan listrik.

"Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Palangka Raya siap memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran akibat korsleting listrik," pungkasnya. (PATHUR/H)