JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberi penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) karena dinilai memiliki kinerja sangat baik dalam rangka menjaga serta meningkatkan iklim investasi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa memberikan penghargaan kepada Pemprov Kalteng dengan kategori "Sangat Baik" atas Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah pada 2024.

"Penghargaan ini mencerminkan kerja keras yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam membangun iklim usaha yang lebih baik di bawah kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo," sebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalteng Sutoyo, Sabtu 18 Januari 2025.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas upaya signifikan Pemprov Kalteng melalui DPMPTSP dalam menyederhanakan proses perizinan dan memberikan layanan terbaik kepada pelaku usaha.

Sutoyo menekankan pencapaian ini juga merupakan hasil dari upaya yang berkelanjutan oleh pihaknya dalam menyederhanakan perizinan berusaha, memperkenalkan sistem OSS (Online Single Submission), hingga mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

"Penilaian kinerja ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti implementasi sistem OSS yang mempermudah pelaku usaha dalam mengurus perizinan, serta upaya Pemprov Kalteng dalam meningkatkan iklim investasi," ujarnya.

Disampaikanya, kualitas sarana prasarana yang mendukung layanan, serta inovasi yang diterapkan dalam proses perizinan juga menjadi faktor penentu dalam meraih penghargaan tersebut.

Sutoyo menambahkan, penghargaan ini merupakan hasil dari kolaborasi kuat antara DPMPTSP dan dinas-dinas terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan PTSP di lingkup Pemprov Kalteng.

Dia menyampaikan, Pemprov Kalteng berkomitmen terus memperbaiki dan menyempurnakan pelayanan publik.

Penerapan sistem OSS diharap semakin mempermudah akses bagi para investor dan pelaku usaha untuk memulai usaha mereka di Kalimantan Tengah.

“Dengan adanya kemudahan ini, diharapkan lebih banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di daerah ini,” katanya.

Sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat sektor investasi, pemerintah daerah juga telah melakukan berbagai perbaikan dalam hal pelatihan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Hal ini bertujuan agar staf yang terlibat dalam pelayanan perizinan dapat lebih cepat, tepat, dan efisien dalam melayani para pelaku usaha.

Sutoyo berharap langkah ini dapat semakin memajukan sektor ekonomi di Kalimantan Tengah. Dengan penghargaan ini, ia juga berharap dapat mendorong lebih banyak sektor investasi yang masuk, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan perekonomian daerah.

ANTARA