BORNEONEWS, Kasongan - Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie meminta para kepala sekolah (kepsek), mulai SD, SMP dan SMA agar tidak gampang memberikan rekomendasi terhadap guru yang ingin pindah tempat tugas. Jangan sampai sekolah yang memang kekurangan tenaga pendidik, makin kehilangan karena gurunya minta pindah.
"Pada kesempatan ini saya juga mengimbau kepada para kepala sekolah agar tidak gampang memberikan rekomendasi kepada guru di sekolahnya yang ingin pindah tempat tugas, terutama ke kota," kata Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie, saat memberikan sambutan pada pembukaan pendidikan dan pelatihan peningkatan kapasitas kepala sekolah di Aula Dispenda Katingan, di Kasongan, Selasa (20/9) sore.
Bahkan Bupati Tenglie mengaku pernah kecolongan dengan proses kepindahan guru ini. Suatu hari lalu, katanya ia pernah menandatangani berkas terkait kepindahan seorang guru SD yang berniat pindah ke sekolah di Kota Kasongan dari sekolah asal yang ada di pelosok. Ia pun mengaku sudah cek berkas guru yang bersangkutan, termasuk jumlah guru di sekolah asalnya apakah masih menukupi atau tidak kalau salah satu guru yang ada pindah.
"Saat itu memang berdasarkan daftar guru terlampir yang ada masih bisa ada satu tenaga pendidik yang pindah, tapi setelah itu saya dapat informasi kalau di sekolah yang bersangkutan ternyata masih kekurangan guru. Nah hal-hal seperti inilah yang nantinya harus diperhatikan oleh kepala sekolah, sebab sebelum memberikan rekom harus dicek secara teliti," pesannya.
Dalam kesempatan itu pula, Bupati Tenglie mengatakan bahwa menjadi kepala sekolah itu adalah tugas berat. Pasalnya, selain menjalankan tugas rutin yang harus dijalankan yaitu mengajar, juga dihadapkan dengan permasalahan pengadministrasian, terutama dana BOS. Untuk itu perlu ada pola manajerial.
"Mengapa saya minta ditunda acara pembukaan ini, karena saya ingin bertemu dengan para kepala sekolah, sebab acara seperti ini sangat penting terutama berhubungan dengan visi Katingan cerdas," ujarnya.
Bupati Tenglie mengimbau agar para kepala sekolah di daerahnya ini juga harus membuat laporan pengadministrasian terhadap aset-aset sekolah, misalnya kursi, meja, papan tulis dan sebagainya.
"Kursi meja ini tiap tahun pengadaan, nah yang dulu-dulunya itu perlu ada ada pengadministrasiannya, dan saya minta kalau ada meja kursi yang rusak segera diberikan surat ke dinas untuk penghapusan aset, sebab kalau tidak aset itu akan tercatat terus saat diaudit," sebutnya.
Selain itu Bupati juga mengimbau pihak Dinas Pendidikan setempat agar melakukan pemerataan para guru ini, terutama yang masih menumpuk di kota. "Secara teori jumlah murid dengan gurunya sudah memenuhi. Tapi karena ada penumpukan itu sehingga ada sekolah yang masih kekurangan guru,".
Dalam kesempatan itu pula Bupati juga berjanji pemerintah daerah pada 2017 mendatang bakal melakukan rekrutmen tenaga harian lepas (THL) bagi tenaga guru ini.
Ketua tim penyelenggara M Hasrun menuturkan jika tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan sebagai pemimpin dalam memimpin sekolahnya.
"Diharapkan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan sebagai seorang kepala sekolah yang benar-benar kompeten dan profesional. Sehingga bisa menciptakan guru handal serta siswa berprestasi," ujar M Hasrun. (ABDUL GOFUR/N).








