SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Swalayan UMKM yang baru difungsikan di eks Pasar Ikan Mentaya Sampit mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Kotim, Hendra Sia.

Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku seni sangat penting untuk meningkatkan daya tarik swalayan ini dan menarik lebih banyak pengunjung.

“Swalayan ini penting bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk berjualan. Namun, saat ini masih perlu banyak pembenahan, seperti penambahan panggung seni untuk pemuda-pemudi Kotim agar bisa tampil dan menggelar pertunjukan. Dengan adanya hiburan seperti ini, masyarakat akan lebih tertarik untuk datang,” kata Hendra, Santu, 18 Januari 2025.

Ia juga mendorong Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotim untuk lebih gencar mempromosikan swalayan ini.

Masyarakat juga dapat berpartisipasi berpromosi melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok agar Swalayan UMKM yang mulai uji coba satu bulan tersebut semakin dikenal.

“Kalau hanya tempat jualan saja, daya tariknya kurang. Namun, jika ada event seperti pertunjukan musik, seni, atau sesekali event besar bazar kuliner pasti pengunjung akan meningkat. Selain itu, promosi melalui selebgram atau influencer juga sangat efektif untuk memperkenalkan tempat ini kepada masyarakat luas,” tambahnya.

Swalayan UMKM ini resmi soft opening pada Sabtu, 6 Desember 2024. Saat awal pembukaan tersebut terdapat 24 outlet yang menjual berbagai jajanan dan oleh-oleh khas Sampit hasil karya pelaku UMKM lokal. 

Namun hingga kini swalayan UMKM tersebut masih belum dikenal. Pedagang mengeluh sepi dan bangunan yang terasa panas karena sirkulasi udara kurang.

"Untuk fasilitas memang masih harus terus berbenah dan dilengkapi. Kami dari Komisi II akan terus mendukung Diskoperindag untuk memberikan fasilitas yang nyaman dan ramai pengunjung bagi pelaku UMKM," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)