BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 19 sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi penerima program makan bergizi gratis tahap awal. Program ini diprioritaskan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, khususnya sekolah dalam radius 6 km dari dapur umum di Jalan Jeruk 1 Sampit.
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan keadilan bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, madrasah, hingga pondok pesantren dan SLB.
"Penerima program awal ini kita pastikan mewakili semua jenjang pendidikan. Proses pemilihan sekolah pun telah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Badan Gizi Nasional, dan vendor dapur umum," ujar Irpansyah, Minggu, 19 Januari 2025.
Berikut daftar sekolah yang menjadi sasaran:
1. TK Pertiwi 1 Sampit – 15 peserta didik
2. TK Negeri Pembina Sampit – 65 peserta didik
3. TK Muslimat NU – 59 peserta didik
4. SD Negeri 1 Mentawa Baru Hulu – 155 peserta didik
5. SD Negeri 4 Mentawa Baru Hulu – 342 peserta didik
6. SD Negeri 12 Mentawa Baru Hulu – 79 peserta didik
7. SMP Muhammadiyah Sampit – 28 peserta didik
8. SMK Negeri 4 Sampit – 558 peserta didik
9. KB Nurul Iman – 42 peserta didik
10. SD Negeri 2 Mentawa Baru Hilir – 393 peserta didik
11. SD Muhammadiyah Sampit – 254 peserta didik
12. SLB Negeri 3 Sampit – 53 peserta didik
13. MIS Nurul Ummah – 144 peserta didik
14. MTS Nurul Ummah – 65 peserta didik
15. MA Nurul Ummah – 25 peserta didik
16. RA Islamiyah – 65 peserta didik
17. SD Negeri 1 Sawahan – 234 peserta didik
18. SD Negeri 3 Sawahan – 120 peserta didik
19. Pondok Pesantren Nurul Jannah – 166 peserta didik
Total penerima mencapai 3.042 peserta didik menerima program tersebut pertama kali di Kotim.
Menurut Maulina, perwakilan Badan Gizi Nasional, makanan bergizi harus dikirim dalam kondisi segar, dengan jarak pengiriman maksimal 30 menit. Hal ini demi menjaga kandungan gizi makanan.
Vendor dapur umum, Heru, menyebut pihaknya siap melayani kebutuhan lebih dari 3.500 porsi, namun keterbatasan aturan tetap menjadi patokan.
"Kami patuh pada ketentuan Badan Gizi Nasional yang membatasi produksi 3.500 porsi per dapur per hari untuk menjaga kualitas," ujar Heru. (DEWI PATMALASARI/j)









