SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kelenteng Harmoni Kehidupan di Jalan MT Haryono, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai melakukan berbagai persiapan untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 29 Januari 2025 ini akan diperingati sebagai tahun ular kayu yang membawa banyak kemajuan. 

“Imlek bukan hanya tradisi, tetapi hari besar bagi umat Konghucu. Meski begitu, kami tidak keberatan jika umat agama lain juga merayakan dengan caranya, seperti misa Imlek di gereja atau perayaan di vihara. Selama esensinya berupa peringatan, itu tetap kami hormati,” kata tokoh agama Konghucu Kotim Wenshi Suhardi, Minggu, 19 Januari 2025.

Tahun ini adalah tahun Ular Kayu, yang menurut Wenshi melambangkan kemajuan dan kebijaksanaan. Sifat ular yang cepat dan responsif menjadi pelajaran untuk umat agar sigap membaca situasi di sekitar. Orang yang berada di jalur kebenaran akan maju, sementara yang tidak akan menghadapi kesulitan.

Terkait pantangan pada tahun ular kayu, Suhardi menegaskan, ajaran Konghucu mengacu kepada kebajikan. Bahwa siapapun yang bisa melakukan kebajikan maka di situlah akan ada perlindungan Tuhan.

"Secara definisi pantangan-pantangan itu sebetulnya mitos atau kepercayaan yang memang belum ada dasarnya. Kalau Konghucu mengajarkan semua berparameterkan kepada kebajikan siapapun yang mau melakukan kebajikan maka di situ akan ada berkat Tuhan," ujarnya.

Namun demikian, banyak beberapa sumber mengatakan ada beberapa shio bertentangan pada setiap tahun baru. Seperti saat dirinya mengikuti seminar dari praktisi budaya Tionghoa dari Malaysia disebut bahwa tahun ini ada 4 shio yang peruntungannya kurang baik. 

Empat shio tersebut yaitu, shio babi orang yang mudah sakit, shio ular dimana tahun ini akan ada kesulitan-kesulitan atau hambatan khususnya dalam dunia bisnis dan keuangan. Kemudian shio harimau akan terjadi ketidak harmonisan di dalam rumah tangga, percekcokani dalam relasi bisnis dan sebagainya. Keempat shio monyet, mereka kebanyakan salah jalan dan salah pilih mengakibatkan kegagalan.

Adapun sejumlah Ibadah akan digelar Kelenteng Harmoni Kehidupan dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Seminggu Sebelum Imlek pihaknya akan menyelenggarakan ibadah hari persaudaraan yang diisi dengan berbagi kepada sesama. Umat Konghucu memberikan bantuan seperti sembako kepada janda, duda, dan fakir miskin sebagai wujud solidaritas.

Lanjutnya, Malam Tahun Baru Imlek pada 29 Januari 2025, akan dilaksanakan ibadah syukur untuk mengucapkan terima kasih atas tahun yang telah berlalu dan memohon harapan yang lebih baik di tahun baru.

Seminggu Setelah Imlek akan digelar ibadah persujudan kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur atas limpahan rahmat dan memohon keberkahan agar terhindar dari malapetaka di tahun ini.

Kemudian perayaan terakhir dua minggu setelah Imlek dikenal dengan perayaan Cap Go Meh. Ibadah penutup perayaan Imlek tersebut biasanya disertai dengan kemeriahan festival budaya seperti barongsai. Tradisi ini menjadi momen penting bagi umat Konghucu untuk merayakan keberkahan bersama keluarga besar. (DEWI PATMALASARI/j)