BORNEONEWS, Sampit – Program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat disambut positif oleh berbagai pihak di Kotawaringin Timur (Kotim). Anggota DPRD Kotim, Sihol Parningotan Lumban Gaol, meyakini bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian lokal.
“Kami melihat program ini sebagai langkah yang sangat baik dan perlu didukung bersama. Selain menyerap banyak tenaga kerja, ini juga menjadi peluang besar bagi para petani lokal, termasuk petani sayur, perikanan, dan peternakan,” kata Gaol, Minggu, 19 Januari 2025.
Ia menambahkan, program ini akan membuka peluang besar bagi masyarakat yang ingin berkolaborasi dalam pemenuhan kebutuhan makanan bergizi.
Tidak hanya itu, ia mengimbau agar kelompok tani yang sudah terbentuk, maupun yang baru akan dibentuk, semakin aktif menghidupkan kelompok mereka untuk mendukung ketahanan pangan.
“Kami berharap dinas terkait bisa mendukung penuh kegiatan kelompok usaha pertanian dan memastikan sinergitas dengan program makan bergizi ini berjalan maksimal,” ujarnya.
--page
Menurutnya, kolaborasi antarinstansi yang terlibat dalam program ini juga menjadi kunci keberhasilan. Ia menyarankan agar setiap hambatan yang muncul dapat diselesaikan bersama, termasuk penyediaan lokasi untuk dapur umum.
Kotim menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk program makan bergizi gratis, yang direncanakan mulai Februari mendatang. Pada tahap awal, program ini dilaksanakan di 1 dapur umum di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang akan menyiapkan makanan bergizi untuk 19 sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dapur umum akan menjadi pusat kegiatan penyediaan makanan bergizi. Setiap dapur umum akan membutuhkan lahan seluas 30x40 meter dan mampu memproduksi 3.500 hingga 4.000 paket makanan setiap harinya. Paket makanan ini akan didistribusikan ke anak-anak sekolah, mulai dari PAUD hingga SLTA, serta ibu hamil.
Untuk Kecamatan MB Ketapang saja, diperkirakan akan dibangun tujuh dapur umum yang masing-masing akan mempekerjakan sekitar 15 orang. Para pekerja akan mendapatkan gaji langsung dari pemerintah melalui Dewan Gizi Nasional.
Gaol menekankan bahwa program ini sejalan dengan fokus pemerintahan Prabowo-Gibran dalam membangun ketahanan pangan nasional. Ia optimistis, keberhasilan program ini di Kotim nantinya akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Kami akan terus mendukung program ini hingga berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kotim,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









