BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah melakukan prastudi kelayakan di tiga lokasi, akhirnya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menetapkan Desa Sabuai Timur dan Desa Sabuai Barat sebagai lokasi rencana pembangunan pelabuhan laut dalam (Tol Laut).
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kobar Petrus Rinda mengungkapkan, pihaknya telah melakukan prastudi di Kubu Dalam, Tanjung Pandan, dan Desa Sabui Barat-Timur.
"Sesuai dengan skor saat prastudi, Desa Sabuai yang paling layak dibangun pelabuhan laut dalam (pelabuhan samudera)," ujarnya, Selasa (20/9/2016) di Desa Sabuai Barat.
Pembangunan pelabuhan laut dalam merupakan salah satu di antara pembangunan megaproyek yang akan dilaksanakan di Kobar. Pelabuhan laut dalam merupakan program tol laut yang dicanangkan presiden Jokowi untuk meningkatkan lalu lintas di jalur laut.
Mengingat Indonesia merupakan negara maritim. Pembangunan pelabuhan laut dalam di Desa Sabuai Barat-Timur digadang-gadang membutuhkan dana sebesar Rp1,2 triliun. Angka itu sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional. Lokasi di antaranya Sabuai di Kobar, Ujung Pandaran di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Pulau Damar di Kabupaten Katingan, dan Tanjung Perawan di Kabupaten Pulang Pisau.
"Di Desa Sabuai Timur-Barat kami sediakan lahan seluas 1.000 hektare," ucap Petrus.
Terkait pinjam pakai kawasan, pihaknya juga sudah melayangkan permohonan ke Kementerian Kehutanan dan Kemeterian Lingkungan Hidup.
"Semua sudah jalan, setelah selasai studi kelayakan dan keluar dokumen pinjam pakai kawasan, selanjutnya akan dibuat AMDAL-nya," kata Petrus.
Sementara itu Kepala Desa Sabuai Barat M Rusli menyatakan dukungan penuh untuk rencana pembangunan tol laut di tempat tinggalnya tersebut. Pun demikian dengan warganya.
"Kami mendukung program ini (pembangunan tol laut). Dengan adanya pelabuhan di sini, semoga dapat meningkatkan perekonomian warga desa tempatan," tandasnya.(FAHRUDDIN/FITRIYA/m)








