BORNEONEWS, Sampit - Hanya karena berselisih paham tentang lahan parkir, membuat dua orang juru parkir (jukir) di Jl Rahadi Usman, tepatnya depan rumah Herballife, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, berkelahi yang berujung pada penusukan menggunakan pisau oleh salah satu di antaranya, Selasa (20/9/2016) sore.
Jukir yang terlibat perkelahian tersebut adalah Fathurahman, alias O’ui, 48, warga Jl Iskandar 15, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dengan teman satu profesinya, Ariandi alias Bagong, 30, warga Jl Rahadi Usman.
Akibat hal itu membuat Bagong harus dilarikan ke rumah sakit karena mendapatkan tusukan pisau oleh O’ui.
“Saat kejadian korbanlah yang memukul lebih dulu, sehingga hal itulah yang membuat terlapor naik pitam dan mengambil pisau yang ditaruhnya dipinggang, hingga akhirnya langsung menusukkannya ke perut kiri korban,” ujar Kapolsek Ketapang Kompol Rio Alexander Panelewen, Rabu (21/9/2016).
Usai kejadian, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani Sampit untuk mendapat perawatan intensif. Sementara pelaku langsung ditangkap bersama barang bukti pisau yang digunakannya untuk menusuk perut korban.
“Nyawa korban dapat diselamatkan, dan saat ini masih dirawat di rumah sakit,” ungkap Rio.
Sementara kejadian tersebut bermula ketika keduanya sedang bekerja sebagai tukang parkir di jalan tersebut. Entah kenapa, mereka langsung adu mulut mempermasalahkan lahan parkir di tempat itu.
Pelaku yang tidak ingin melanjutkan cekcok tersebut, langsung pergi dari lahan parkir yang dianggap bahwa itu milik korban. Namun Bagong terus membuntutinya dan langsung memukul badan bagian belakang terlapor.
Merasa diserang oleh korban, terlapor langsung naik pitam. Ia mengambil pisau yang ditaruhnya di pinggang, dan langsung menusukkannya ke arah perut sebelah kiri. Itu membuat korban terkapar sambil memegang luka tusuk yang dideritanya.
Warga sekitar yang melihat hal itu langsung melerai dan memanggil polisi. Setelah itu, pelaku ditangkap. Sedangkan korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (M HAMIM/m)








