SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Irfansyah mengakui rendahnya minat baca di kalangan pelajar. Mereka lebih cenderung mengonsumsi informasi visual seperti film dan video.

"Memang saat ini minat baca masih rendah, tidak hanya di Kotim saja, tetapi secara umum. Ini berdasarkan hasil survei," katanya, Senin, 20 Januari 2025.

Ia mengungkapkan anak-anak lebih terbiasa dengan media audio dan visual. Mereka lebih suka menonton film atau video daripada membaca. 

Lebih lanjut, Irfansyah menjelaskan bahwa tren ini membuat anak-anak kurang aktif dalam membaca. Mereka lebih pasif dalam menerima informasi, berbeda dengan membaca yang membutuhkan inisiatif dan aktivitas otak yang lebih tinggi.

Menanggapi hal ini, Irfansyah menyebutkan bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tengah berupaya untuk mengembalikan minat baca dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman. 

"Meskipun detail strategi masih dalam tahap perumusan, kami berupaya dan terus mendorong agar minat baca pelajar kita lebih baik lagi. Membaca itu penting untuk meningkatkan SDM kita nantinya," imbunya. (DEVIANA/H)