BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) gencar mengkampanyekan internet sehat dan aman bagi generasi muda. Melalui Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng, Ipda Shamsudin, atau akrab disapa Cak Sam, imbauan Stop HPPUS disampaikan kepada pelajar dan guru di berbagai sekolah di Kalteng.
Stop HPPUS merupakan singkatan dari stop Hoaks, Pornografi, Perjudian online, Ujaran Kebencian, dan Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA).
Sosialisasi Stop HPPUS menekankan pentingnya etika berinternet di era digital. Cak Sam menjelaskan bahwa internet, meskipun menawarkan banyak manfaat, juga menyimpan potensi bahaya jika digunakan tanpa bijak. Ia menilai internet sebagai alat yang luar biasa, tetapi juga bisa berbahaya jika disalahgunakan.
Untuk itu, sosialisasi yang dilakukan tidak hanya berupa pemaparan materi, tetapi juga sesi tanya jawab interaktif. Hal ini memungkinkan para pelajar dan guru untuk berdiskusi mengenai isu-isu terkini seputar internet sehat dan aman. Antusiasme peserta yang tinggi mencerminkan kebutuhan mendesak akan edukasi digital bagi generasi muda.
“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan untuk melindungi diri mereka sendiri dari bahaya internet,” ungkap Cak Sam, Senin, 20 Januari 2025.
Ia menambahkan bahwa imbauan Stop HPPUS juga menyerukan peran aktif orang tua dan guru dalam mendampingi anak-anak dalam berinternet. Kerjasama antara orang tua, guru, dan kepolisian sangat penting dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan kondusif.
Polda Kalteng berharap sosialisasi Stop HPPUS dapat memberikan dampak positif, mendorong pelajar untuk menggunakan internet secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif.
Ini merupakan langkah penting dalam melindungi generasi muda Kalteng dari ancaman bahaya di dunia maya.
"Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Polda Kalteng untuk menciptakan ruang digital yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya generasi muda," pungkasnya. (PATHUR/H)









