BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan pembangunan cold storage untuk menunjang sektor perikanan setempat.
Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, mengungkapkan rencana pemanfaatan bangunan eks pabrik es sebagai lokasi pembangunan cold storage tersebut.
Gedung tersebut tidak jauh dari pabrik es yang baru diresmikan yaitu berada di kawasan perikanan milik Dinas Perikanan di Desa Sei Ijum Raya Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
"Kami, Dinas Perikanan masih memerlukan dukung Bapak Bupati Kotim untuk membangun Cold storage. Rencananya bangunan eks pabrik es bisa digunakan untuk cold storage. Itu sudah kami konsultasikan dengan pusat, bisa katanya," katanya, Senin, 20 Januari 2025.
Oboi mengungkapkan sebenarnya cold storage itu sepaket dengan pabrik es batu. Jika membangun pabrik es maka harus ada cold storage. Keberadaan cold storage ini akan terintegrasi dengan proses produksi es, sehingga hasil produksi es dapat langsung disimpan di tempat yang terjaga suhunya.
Cold storage sendiri adalah ruangan atau gudang yang dirancang untuk menjaga suhu tetap dingin dan stabil. Cold storage digunakan untuk menyimpan produk yang mudah rusak (perishable) agar kesegarannya terjaga.
"Cold storage ini ibaratnys kulkas. Jadi setelah es diproduksi ditampung di cold storage. Meski ditampung lama es tidak akan rusak," terangnya.
Rencananya cold storage yang akan dibangun berkapasitas 10 ton. Ia menilai keberadaan cold storage akan sangat bermanfaat.
Dinas Perikanan Kotim berharap mendapat dukungan penuh dari Bupati Kotim untuk merealisasikan rencana pembangunan cold storage ini sesegera mungkin.
"Kami sangat mengharapkan dukungan bapak bupati agar rencana ini dapat segera direalisasikan. Ini sangat kami harapkan," tegasnya.
Diketahui, belum lama ini Pemkan Kotim meresmikan Pabrik Es Mentaya yang berada di Desa Sei Ijum Raya Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Pembangunan pabrik es tersebut untuk membantu para nelayan dalam mengawetkan hasil tangkapan. (DEVIANA/H)









