SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mendorong Perpustakaan Daerah setempat untuk meningkatkan akreditasi. Hal ini, menurutnya, adalah tantangan besar yang harus diwujudkan dengan berbagai inovasi dan kerja keras.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Perpustakaan daerah agar meningkatkan akreditasi dari C menjadi A. Sebagaimana tantangan dari Perpustakaan Nasional RI agar peningkatan akreditasi diraih seiring gedung perpustakaan yang megah ini diresmikan,” ujar Halikinnor, Selasa, 21 Januari 2025.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotim, Rusnah, menjelaskan kunjungan perpustakaan menjadi salah satu parameter nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang menentukan akreditasi perpustakaan. Untuk mencapai akreditasi A, kunjungan perpustakaan minimal 50.000 orang. 

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke perpustakaan. Salah satunya adalah dengan mengundang sekolah-sekolah untuk berkunjung secara terjadwal dan memberikan layanan perpustakaan keliling ke sekolah dan desa-desa.

“Kami sudah menjadwalkan kunjungan sekolah setiap bulan, termasuk pelayanan perpustakaan keliling. Misalnya, jika di desa ada 50 pengunjung, itu akan menjadi bagian dari data kunjungan kami. Kami berharap ini dapat membantu meningkatkan nilai akreditasi,” kata Rusnah.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan, Madrasah, dan Perguruan Tinggi (P3SMPT) Perpustakaan Nasional RI, Taufiq A. Gani, menegaskan bahwa akreditasi perpustakaan berpengaruh langsung terhadap alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik.

--page

“Peningkatan akreditasi dapat meningkatkan jumlah dana DAK Nonfisik yang diterima. Saat ini, Kabupaten Kotim menerima Rp500 juta untuk anggaran 2025, yang terbagi dalam program peningkatan budaya baca dan literasi sebesar Rp450 juta, pembinaan dan pendataan perpustakaan sebesar Rp24 juta, serta operasional layanan perpustakaan sebesar Rp24 juta,” ujar Taufiq. (DEWI PATMALASARI/Y)