BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sebanyak 11 perusahan besar swasta (PBS) di bidang perkebunan kelapa sawit yang beropersi di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), telah berproduksi.
“Ada izin 22 yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Mas. Yang sudah berproduksi 11 dan belum berproduksi ada 11 juga,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Letus Guntur ketika dibincangi wartawan diruang kerjannya, Rabu (21/9/2016) pagi.
Dia menyampaikan, 11 PBS yang sudah berproduksi yakni PT MSAL, PT Berkala Maju Bersama (BMB) Manuhing, PT BMB Kurun, PT BAB, PT Kahayan Agro Plantation (KAP), PT Agro Lestari Sentosa (ALS), PT Tantahan Panduhup Asi (TPA), PT PMM, PT KHS dan PT Arcipilago Timur Abadi (ATA).
“Dari jumlah PBS yang sudah berproduksi, ada dua perkebunan yang memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) yakni PT TPA dan MSAL. Sementara untuk PT ATA pariknya di wilayah Kabupaten Kapuas,” terang dia.
Kemudian, lanjut Letus, perkebunan kelapa sawit yang yang mengantongi izin, namum belum berproduksi yakni PT JJU, PT Tewah Bahana Lestari, PT Menangan Jaya, PT TOP dan GAS dan beberapa PBS lainnya.
”Untuk total luasan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Gunung Mas mencapai 206.442,1 hekar, terang dia.
Dari jumlah luasan perkebunan kepala sawi t di Gumas. Perkebunan kelapa sawit yang dikelola pesusahan besar swasta seluas 206.157,1 hektar, perkebunan kelapa sawit swadaya murni masyarakat tanpa bantuan pemerintah seluas 1.054 hektar dan perkebunan kelapa sawit murni masyarakat dengan bantuan pemerintah seluas 1.231 hektar.
“Misi Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dibidang perkebunan yakni meningkatkan pemberdayaan dan daya saing ekonomi rakyat dan meningkatkan pengendalian, pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya alam secara serasi, seimbang dan lestari,” cetusnya.
Sementara itu Bupati Gumas Arton S Dohong mengingatkan, dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit di Gumas. Pihak perusahan harus senantiasa berkoordinasi dengan instansi terkait, sehingga terjadi sinergisitas. Hal tersebut agar apa yang di cita-citakan yakni masyarakat Gumas yang sehat, cerdas, sejahtera dan bermartabat dapat terwujud.
“Saya harapkan kepada PBS kepala sawit dapat melakukan pembinaan usaha bagi kebun masyarakat yang ada disekitarnya,” harap Arton. (EPRA SENTOSA/m)








