BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah (Kalteng) diprediksi akan mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayahnya.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhammad Ihsan Sidiq, menyampaikan informasi ini. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23°C hingga 32°C, dengan kelembaban udara antara 60 persen hingga 100 persen.
Angin umumnya bertiup dari Barat Daya ke Timur dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang meliputi sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Dari tanggal 21 hingga 23 Januari 2025, daerah-daerah seperti Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Palangka Raya berpotensi terdampak.
"Kondisi serupa diprediksi akan berlanjut hingga tanggal 24 hingga 27 Januari 2025, dengan wilayah yang sama berpotensi mengalami cuaca ekstrem," katanya, Selasa, 21 Januari 2025.
--page
Tinggi gelombang di perairan selatan Kalimantan Tengah diperkirakan rendah, berkisar antara 0.5 hingga 1.25 meter.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah. Peringatan ini penting mengingat potensi dampak yang ditimbulkan.
Selain hujan lebat dan angin kencang, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat. Hujan ini juga berpotensi disertai petir/kilat, angin kencang, atau bahkan angin puting beliung.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap dampak bencana yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem ini. Genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang merupakan beberapa potensi bencana yang perlu diwaspadai.
"Pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) juga perlu diwaspadai, karena berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat, angin kencang, dan peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/Y)









