PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi, mengungkapkan bahwa aktivitas penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing masih menjadi permasalahan yang serius.

Meskipun pemerintah kota telah berupaya untuk menekan angka illegal fishing dengan membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmawas), tantangan yang dihadapi masih cukup besar.

Indriarti menjelaskan bahwa sebagian besar pelaku illegal fishing adalah warga luar daerah yang sengaja memilih beroperasi pada malam hari ketika aktivitas Pokmawas mulai menurun.

“Pelaku illegal fishing biasanya beroperasi pada malam hari, saat Pokmawas sudah tidak terlalu aktif. Ini menjadi salah satu kendala yang cukup sulit untuk diatasi,” katanya, Selasa, 21 Januari 2025.

Selain itu, luasnya wilayah perairan di Palangka Raya juga menjadi faktor yang memperumit upaya pengawasan. Minimnya sumber daya manusia dan peralatan yang memadai juga menjadi kendala lainnya.

Lebih lanjut, Indriarti mengatakan bahwa praktik illegal fishing tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam kelestarian sumber daya perikanan.

"Jika dibiarkan, praktik ini akan merusak ekosistem perairan dan berdampak buruk pada mata pencaharian nelayan lokal," tegasnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah kota berencana untuk meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti TNI, Polri, Kejaksaan dan masyarakat.

Selain itu, akan dilakukan evaluasi terhadap kinerja Pokmawas dan upaya peningkatan kapasitas pengawasan di lapangan. (HENDRI/H)