BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengungkapkan usulan Dinas Perikanan terkait pembangunan cold storage akan dianggarkan pada tahun ini juga.
"Itu nanti akan diusahakan dan dianggarkan tahun ini juga," katanya, Selasa, 21 Januari 2025.
Halikinnor mengungkapkan keberadaan cold storage sangat diperlukan untuk menunjang Pabrik Es Mentaya. Dengan adanya cold storage itu, produksi es dapat maksimal. Pasalnya, setelah es dibuat dapat ditampung di cold storage tersebut.
"Karena memang satu paket cold storage dengan pabrik es itu. Maret 2025 kita anggarkan sekitar Rp 600 juta," ujarnya.
Pabrik es dibangun untuk membantu masyarakat khususnya para nelayan. Pasalnya sejauh ini nelayan di Kotawaringin Timur mengeluhkan kelangkaan es batu balok untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan.
"Jadi pabrik es ini selain membatu para nelayan juga akan menambah PAD Kotawaringin Timur," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur Ahmad Sarwo Obou mengusulkan pembangunan cold storage untuk menunjang sektor perikanan setempat.
Ia mengungkapkan sebenarnya cold storage itu sepaket dengan pabrik es batu. Jika membangun pabrik es maka harus ada cold storage. Keberadaan cold storage ini akan terintegrasi dengan proses produksi es, sehingga hasil produksi es dapat langsung disimpan di tempat yang terjaga suhunya.
Cold storage sendiri adalah ruangan atau gudang yang dirancang untuk menjaga suhu tetap dingin dan stabil. Cold storage digunakan untuk menyimpan produk yang mudah rusak (perishable) agar kesegarannya terjaga.
Rencananya cold storage yang akan dibangun berkapasitas 10 ton. Ia menilai keberadaan cold storage akan sangat bermanfaat. (DEVIANA/H)









