BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menggencarkan sosialisasi Bank Sampah dan pembuatan kompos dari rumah tangga pada tahun ini. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Kepala DLH Kobar, Fitriyana, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Nurliani menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi awal tahun ini bekerja sama dengan PT Indoturba.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng, dengan melibatkan peserta dari anggota TP PKK.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan melibatkan perusahaan untuk berkolaborasi dalam mengelola sampah rumah tangga.
"Kami telah menargetkan di tahun ini agar sampah rumah tangga tidak sampai ke TPA, tetapi dapat diolah menjadi pupuk kompos. Dengan demikian, sampah yang telah dikelola bisa menghasilkan nilai tambah atau bahkan nilai ekonomi bagi masyarakat," kata Nurliani, Selasa, 21 Januari 2025.
Ia menambahkan bahwa sejak tahun 2024, DLH Kobar telah mulai membentuk kelompok pengelolaan sampah di desa dan kelurahan secara bertahap.
Pembentukan bank sampah di setiap desa diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah langsung dari sumbernya, sehingga tidak lagi menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini, jumlah sampah di Kobar mencapai sekitar 150 ton per hari, di mana 64 persen di antaranya merupakan sampah rumah tangga.
"Kami perlu terobosan bersama agar sampah rumah tangga ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dari segi ekonomi," jelas Nurliani.
Ia juga berharap hasil olahan sampah, terutama pupuk kompos, dapat dimanfaatkan oleh perusahaan maupun pemerintah daerah.
"Setelah dikelola, jika setiap rumah tangga bisa membuat pupuk kompos, nantinya pupuk tersebut bisa dijual. Kami berharap perusahaan dapat memanfaatkan pupuk kompos yang dikelola masyarakat, begitu juga pemerintah daerah yang nantinya bisa menggunakannya untuk tanaman di ruang terbuka hijau," imbuhnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik, sekaligus mampu menjadikannya sebagai sumber pendapatan tambahan. (DANANG/R)









