BORNEONEWS, Sampit – Menjelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili/2025 yang jatuh pada 29 Januari 2025, pedagang pernak-pernik di Sampit mulai menunjukkan geliatnya.
Berbagai hiasan khas Imlek kini menjadi incaran, baik untuk dekorasi rumah, sekolah, tempat ibadah, hingga usaha.
Gustiana, pemilik Kios Dupa Maju Jaya di Jalan DI Panjaitan Sampit, mengatakan penjualan mulai meningkat sejak awal Januari. Namun, jumlah pembeli tidak menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
"Tahun ini peminatnya masih sama seperti tahun sebelumnya. Mungkin karena ada hari kejepit dengan Isra Miraj, banyak orang pulang kampung, seperti ke Medan. Kami sudah mendatangkan pernak-pernik Imlek sejak Desember,” kata Gustiana, Selasa, 21 Januari 2025.
Menurutnya, saat ini pembeli lebih banyak datang dari sekolah-sekolah untuk menghias ruangan kelas. Sementara masyarakat umumnya telah membeli dekorasi rumah jauh-jauh hari.
Adapun pernak-pernik imlek yang banyak dicari saat ini adalah model ular mengingat tahun baru Imlek 2576 Kongzili merupakan tahun ular kayu.
Selain itu, pernak-pernik tulisan "Fu" yang melambangkan keberuntungan atau hoki dan kertas sembahyang leluhur juga masih diminati pembeli.
"Kisaran harga pernak-pernik ini bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp160.000 tergantung jenis dan ukurannya," ujarnya.
Sementara itu, harga dupa berkisar antara Rp12.000 hingga Rp250.000 per pak. Salah satu jenis dupa yang paling diminati adalah dupa Gunung Kawi, dengan harga mulai dari Rp13.000 hingga Rp44.000 per pak.
Sedangkan amplop angpau dengan motif khas Imlek dijual dengan harga Rp13.000 hingga Rp15.000 per pak. (DEWI PATMALASARI/R)









