SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain berharap pada tiga bulan atau kwartal pertama progam tanam jagung satu juta hektare dari pemerintah pusat dapat tercapai setidaknya sepertiga dari target. 

"Kami sudah mulai melakukan penanaman jagung sejak November 2024 lalu. Luas lahan yang sudah ditanam itu nada tujuh hektare," katanya, Selasa, 21 Januari 2025.

Itu ia ungkapkan saat kegiatan seremonial tanam jagung serentak satu juta hektare di areal PT. Nusantara Sawit Persada (NSP) di Desa Camba Kecamatan Kota Besi. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kotim Halikinnor dan forum koordinasi pimpinan daerah setempat. 

Polres Kotawaringin Timur dalam program tersebut sebagai pelaksana. Pasalnya pada program pemerintah pusat itu dilaksanakan oleh Polri berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian,swasta dan swadaya tani. 

Zulkarnain menerangkan program tersebut ada dua kluster, yaitu bermitra dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan sistem tumpang sari, sedangkan kluster lainnya yaitu bermitra dengan kelompok tani.

Dia menegaskan bahwa program ini harus faktual dan bisa dipertanggungjawabkan di lapangan. Dalam perjalanannya nanti realisasi program ini akan diverifikasi terkait luasan tanam serta hasil panennya.

"Kami harap agar hasil panennya nanti benar-benar bisa diterima oleh Bulog karena ini menjadi harapan masyarakat supaya bisa menjadi gairah bagi kelompok tani untuk meningkatkan produksi," ujarnya.

Zulkarnain menambahkan terkait kegiatan tanam jagung serentak sejuta hektare yang dilakukan Kabupaten Kotawaringin Timur kali ini ada sebanyak 24 hektare. 

"Jumlah ini akan terus bertambah karena target kita di kwartal pertama ada 6000 hektare yang akan kita garap dan pada kwartal selanjutnya bertambah sehingga target 23.217 hektare yang diberikan pemerintah pusat itu tercapai," tutupnya. (DEVIANA/j)