BORNEONEWS, Pangkalan Bun -- Sebanyak tiga kendaraan yang terdiri dari dua unit kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua terlibat tabrakan beruntun di simpang empat Hastarini, jalan poros A. Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (21/9/2016) .
Akibatnya, satu mobil jenis sedan merk Honda City dengan Nopol KH 1321 NC mengalami penyok di bagian belakang, kondisi serupa juga terlihat di kendaraan roda dua jenis matic merek Yamaha Mio Soul GT dengan Nopol KH 2480 WF yang pecah di bagian cover depan.
Sementara satu kendaraan roda empat jenis truk tidak mengalami kerusakan dalam musibah itu. Kecelakaan yang terjadi pada jam sibuk sekitar pukul 12.00 WIB tersebut mengakibatkan pengendara Mio Soul mengalami luka pada bagian mulut dan dada mengalami nyeri.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kecelakaan tersebut bermula dari pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pengendara roda dua yang berputar arah tepat di persimpangan lampu merah Hastarini. Padahal saat itu lampu hijau dari arah berlawanan juga menyala, diduga kaget dengan ulah pengendara tersebut, mobil sedan Honda City mengerem mendadak dan tidak menyadari bahwa di belakangnya juga terdapat satu mobil truk tanpa muatan, karena jarak terlalu dekat maka truk tersebut menghantam bemper mobil sedan.
Tabrakan dua kendaraan roda empat itu mengagetkan pengendara roda dua jenis matic Mio Soul yang dikendarai Yanti tanpa ampun ia menabrak belakang truk hingga masuk nyungsep di belakang truk berukuran besar.
Warga sekitar yang mengetahui terjadi kecelakaan segera membantu Yanti dan menuntunnya ke tepi jalan dan diberikan pertolongan ala kadarnya. Dari mulut Yanti mengeluarkan darah dan dada sebelah kiri nyeri. Warga pun segera memberikan air mineral dan tisu untuk mengusap darahnya.
Sementara Yanti mengerang kesakitan, bukannya ikut memberikan pertolongan pengemudi truk dan suami pengemudi sedan mewah yang datang sesaat setelah kecelakaan terjadi justru beradu mulut. Mereka justru malah tantang-tantangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut ke polisi. Tanpa menghiraukan Yanti kedua orang itu segera meninggalkan Yanti seorang diri.
" Ini aneh, justru mereka saling menyalahkan dan memikirkan kerusakan mobil mereka dari pada memberikan pertolongan kepada korban itu," kata Effendi di lokasi kejadian, Rabu (21/9/2016). (KOKO SULISTIYO/*)








