BORNEONEWS, Palangka Raya – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Palangka Raya sepanjang Januari telah mengakibatkan 13 pohon tumbang di berbagai wilayah, baik di jalan raya maupun permukiman warga.
Kejadian ini dilaporkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi.
Meskipun tidak ada korban jiwa, sejumlah warga mengalami kerugian materiil karena rumah mereka tertimpa pohon tumbang.
Tumbangnya pohon-pohon tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah akibat kerusakan kabel listrik.
Sebagai tindakan pencegahan, BPBD Kota Palangka Raya telah melakukan penebangan pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang berdasarkan hasil patroli dan laporan masyarakat.
"Pohon-pohon tersebut dianggap membahayakan keselamatan warga sekitar," jelas Heri, Rabu 22 Januari 2025.
Heri juga mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi jatuhnya korban jiwa jika kejadian serupa terulang. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem.
Jika terpaksa berada di luar rumah, warga diimbau mencari tempat perlindungan yang aman dan menghindari berlindung di bawah pohon, tiang listrik, atau baliho.
BPBD Kota Palangka Raya terus berupaya melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana alam untuk meminimalisir dampak buruk bagi masyarakat.
"Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga," pungkas Heri (PATHUR/R)









