BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, Mulyadin, Rabu, 22 Januari 2025 mendukung penuh program pemerintah penanaman jagung serentak seluas 1 juta hektare yang hasil panennya bakal dengan harga yang wajar.
Hal ini diharapkan menjadi solusi atas permasalahan surplus hasil panen yang seringkali tidak terserap oleh pasar, terutama saat panen raya.
“Seringkali lantaran adanya panen raya, hasil dari petani tidak bisa terserap pasar. Nah, dengan adanya program ini, Bulog wajib menerima dan menampung hasil panen dengan harga yang memang cukup wajar juga,” jelas Mulyadin.
Mulyadin mengatakan program ini sangat menguntungkan, tidak hanya bagi para petani tetapi juga bagi masyarakat luas.
"Dan ini juga saya pikir sangat-sangat menguntungkan, karena dengan adanya program ini, petani tidak lagi khawatir hasil panennya tidak laku atau harganya anjlok," jelas Mulyadin.
Mulyadin mengatakan pihaknya sebagai legislator sangat mendukung pengembangan sektor pertanian di daerah tersebut.
"Kami DPRD Kabupaten Kobar sangat mendukung program ini, karena sekali lagi programnya ke depan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kita, bagi bangsa kita,” jelas Mulyadin
Mulyadin juga menyoroti keberadaan beberapa infrastruktur pendukung, seperti pabrik pemipilan jagung yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk di Desa Kumpai Batu Atas.
“Kita ada beberapa pabrik pemipilan, termasuk juga ada di Desa Kumpai Batu Atas. Ini tentunya nanti akan kita evaluasi. Kalau memang diperlukan, kita akan siapkan,” katanya.
Mulyadin mengatakan DPRD Kobar bersama pemkab juga berencana mengaktifkan kembali silo-silo jagung di wilayah Kobar untuk mendukung program ini.
“Pemerintah daerah dan DPRD pada dasarnya akan mendorong penganggaran untuk mengaktifkan kembali silo-silo jagung yang ada. Dengan demikian, kita harap sektor pertanian semakin mandiri dan mampu membuka lapangan kerja baru,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)









