BORNEONEWS, Palangka Raya - Volume arus barang yang menggunakan angkutan udara mengalami peningkatan sebesar 1,43 persen pada November 2024. Peningkatan ini terutama terjadi pada volume barang bukan bagasi, yang mencatat kenaikan sebesar 9,70 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pengiriman barang melalui angkutan udara, yang mungkin disebabkan oleh meningkatnya permintaan atau efisiensi dalam proses pengiriman.
"Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, frekuensi penerbangan pada November 2024 mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 50,17 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 22 Januari 2025.
Pada November 2023, kata Agnes, terdapat 863 penerbangan, sedangkan pada November 2024 jumlahnya meningkat menjadi 1.296 penerbangan. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan yang pesat dalam sektor penerbangan, yang mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti peningkatan jumlah penumpang atau perluasan rute penerbangan.
"Peningkatan volume barang bukan bagasi yang dibongkar sebesar 9,70 persen menunjukkan adanya peningkatan aktivitas logistik di bandara," jelasnya.
Barang bukan bagasi biasanya mencakup barang-barang komersial atau industri yang dikirim melalui angkutan udara. Kenaikan ini bisa jadi disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan akan pengiriman cepat atau peningkatan produksi barang yang memerlukan pengiriman melalui udara.
"Frekuensi penerbangan yang meningkat sebesar 50,17 persen juga dapat berdampak positif pada sektor ekonomi," bebernya lagi.
Dengan lebih banyak penerbangan, aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah menjadi lebih baik, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Selain itu, peningkatan frekuensi penerbangan juga dapat meningkatkan pendapatan maskapai penerbangan dan industri terkait lainnya.
Namun, peningkatan frekuensi penerbangan dan volume arus barang juga memerlukan perhatian terhadap aspek lingkungan. Peningkatan aktivitas penerbangan dapat berdampak pada peningkatan emisi karbon dan polusi udara. Oleh karena itu, penting bagi industri penerbangan untuk terus mengembangkan teknologi dan praktik yang ramah lingkungan guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
"Secara keseluruhan, peningkatan volume arus barang dan frekuensi penerbangan pada November 2024 menunjukkan adanya pertumbuhan yang positif dalam sektor transportasi udara. Hal ini mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi dan logistik, serta peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah. Namun, penting untuk tetap memperhatikan aspek lingkungan dan berupaya mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul akibat peningkatan aktivitas penerbangan," jelas Agnes lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









