BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama November 2024, terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan udara di hampir seluruh bandara di Kalimantan Tengah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan tren yang terjadi di sebagian besar wilayah, dengan beberapa pengecualian yang menarik perhatian.
"Bandara H Asan Sampit menjadi salah satu pengecualian yang mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 12,71 persen," kata Kepala Badan Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Rabu, 22 Januari 2025.
Jumlah penumpang di bandara ini meningkat dari 9.147 orang pada bulan sebelumnya menjadi 10.310 orang pada November 2024. Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di bandara tersebut.
"Selain Bandara H Asan Sampit, bandara lainnya di Kalimantan Tengah juga mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 3,21 persen. Jumlah penumpang di bandara-bandara ini meningkat dari 4.517 orang menjadi 4.662 orang. Meskipun peningkatan ini tidak sebesar yang terjadi di Bandara H Asan Sampit, namun tetap menunjukkan adanya tren positif di beberapa bandara," katanya.
Di sisi lain, Bandara Iskandar Pangkalan Bun mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 9,46 persen. Jumlah penumpang di bandara ini turun dari 39.536 orang pada bulan sebelumnya menjadi 35.797 orang pada November 2024. Penurunan ini mencerminkan adanya penurunan aktivitas di bandara tersebut.
"Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya juga mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 3,85 persen. Jumlah penumpang di bandara ini turun dari 61.867 orang pada bulan sebelumnya menjadi 59.484 orang pada November 2024," bebernya.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat beberapa bandara yang mencatat peningkatan jumlah penumpang, tren umum di Kalimantan Tengah selama November 2024 adalah penurunan jumlah penumpang angkutan udara. Hal ini mencerminkan dinamika yang terjadi di sektor transportasi udara di wilayah tersebut. (TESTI PRISCILLA/j)









