SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto menyoroti minimnya perhatian terhadap perawatan kapal wisata susur sungai yang menjadi ikon pariwisata Kabupaten Kotim. Kapal wisata yang tenggelam di Sungai Mentaya baru-baru ini ternyata tidak dianggarkan untuk biaya perawatannya pada tahun 2025.

"Sampit ingin dijadikan salah satu kota destinasi wisata yang turunannya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan daerah. Salah satu penunjang itu adalah penyediaan kapal wisata susur sungai, yang merupakan ikon Kotim," kata Dadang Siswanto, Rabu, 22 Januari 2025.

Namun, ia menyayangkan peristiwa tenggelamnya kapal wisata tersebut, yang dinilai sebagai bukti kurangnya kepedulian pemerintah daerah, termasuk DPRD.

Dadang mengatakan, pada 2024 anggaran perawatan kapal wisata hanya sekitar Rp80 juta, jumlah yang dinilai tidak mencukupi. Lebih parah lagi, pada 2025 tidak ada alokasi anggaran sama sekali untuk perawatan kapal tersebut.

"Kami di Komisi III yang membidangi pariwisata sekaligus hak budgeting sangat memohon maaf karena tidak bisa maksimal memperjuangkan anggaran terkait perawatan dan pemeliharaan kapal. Ini menjadi evaluasi besar bagi kami," ujarnya.

Dadang menegaskan Komisi III DPRD Kotim akan segera duduk bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat untuk membahas langkah-langkah strategis agar peristiwa serupa tidak terulang. Fokus utama adalah memastikan semua sarana pendukung pariwisata di Kotim mendapatkan perhatian dan anggaran yang memadai.

"Dengan tujuan akhir menjadikan Sampit sebagai kota destinasi wisata yang maksimal, segala sarana penunjang akan kami prioritaskan untuk dievaluasi dan ditingkatkan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)