PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, yang mencatat 53,95 persen dari total penumpang.

"Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya masih jadi konsentrasi penumpang yang mencatat 53,95 persen dari total penumpang, Bandara Iskandar Pangkalan Bun mengikuti dengan 32,47 persen, sementara Bandara H Asan Sampit dan bandara lainnya masing-masing mencatat 9,35 persen dan 4,23 persen," kata Agnes pada Rabu, 22 Januari 2025.

Data ini menunjukkan bahwa Bandara Tjilik Riwut menjadi pusat utama bagi penumpang angkutan udara di wilayah Kalimantan Tengah.

Selain itu, volume arus barang di Kalimantan Tengah juga menunjukkan konsentrasi yang signifikan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Dari total 2.060 ton barang yang terdistribusi, 77,04 persen melalui bandara ini. Bandara Iskandar Pangkalan Bun menyumbang 15,58 persen, diikuti oleh Bandara H Asan Sampit dengan 6,17 persen, dan bandara lainnya dengan 1,21 persen. Hal ini menegaskan peran penting Bandara Tjilik Riwut dalam distribusi barang di Kalimantan Tengah.

"Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya tidak hanya menjadi pusat utama bagi penumpang, tetapi juga bagi arus barang," katanya.

Dengan lebih dari setengah penumpang dan lebih dari tiga perempat volume barang yang terdistribusi melalui bandara ini, jelas bahwa bandara ini memainkan peran vital dalam transportasi udara di Kalimantan Tengah. Bandara Iskandar Pangkalan Bun dan Bandara H Asan Sampit juga berkontribusi signifikan, meskipun dalam proporsi yang lebih kecil.

Distribusi penumpang dan barang yang terkonsentrasi di beberapa bandara utama menunjukkan adanya pola penggunaan yang terfokus di Kalimantan Tengah.

"Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, dengan dominasi dalam kedua kategori, menunjukkan bahwa bandara ini memiliki fasilitas dan kapasitas yang memadai untuk menangani volume yang besar. Bandara Iskandar Pangkalan Bun dan Bandara H Asan Sampit, meskipun lebih kecil, tetap memainkan peran penting dalam jaringan transportasi udara di wilayah ini," katanya.

Data ini juga mencerminkan pentingnya pengembangan infrastruktur bandara di Kalimantan Tengah. Dengan peningkatan volume penumpang dan barang, ada kebutuhan untuk memastikan bahwa bandara-bandara ini dapat terus memenuhi permintaan yang meningkat. Investasi dalam fasilitas dan layanan bandara akan menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas di wilayah ini.

Secara keseluruhan, konsentrasi penumpang dan arus barang di beberapa bandara utama di Kalimantan Tengah menunjukkan pentingnya peran bandara dalam mendukung mobilitas dan distribusi di wilayah ini. Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, sebagai pusat utama, bersama dengan Bandara Iskandar Pangkalan Bun dan Bandara H Asan Sampit, akan terus menjadi tulang punggung transportasi udara di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)