SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati prihatin atas maraknya aksi balap liar yang kerap terjadi di kawasan Terowongan Nur Mentaya, Sampit. Aksi yang berlangsung dini hari ini dinilai sangat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

“Saya sering turun langsung ke lokasi pada malam Minggu, bahkan pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. Aksi ini tidak berhenti sampai adzan Subuh, bahkan setelah adzan mereka kembali melanjutkan hingga pukul 06.00 pagi,” kata Irawati, Rabu, 22 Januari 2025.

Aksi balap liar tidak hanya membahayakan para pelaku, tetapi juga pengguna jalan lain. Para pelaku bahkan sering membawa benda seperti kayu yang dapat memicu konflik di jalanan.

“Ini sangat berbahaya, apalagi jika terjadi masalah di jalanan. Itu tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga keluarga,” ujarnya.

Ia mengatakan, Polsek Baamang juga kewalahan menangani aksi balap liar ini karena jumlah personel yang terbatas.

“Saya sempat berdiskusi dengan Polsek Baamang terkait masalah ini. Mereka kewalahan karena pelaku balap liar membawa kayu. Hal ini membuat penanganan semakin sulit,” tambahnya.

Irawati berharap generasi muda Kotim bisa beralih ke kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat.

“Mari kita bersama-sama menciptakan kegiatan positif yang bermanfaat. Balap liar dan obat-obatan jelas tidak baik. Selain berbahaya, hal ini juga merugikan masa depan generasi muda kita,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)