PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, yang diwakili oleh Kepala Bagian Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Andrianto Suhada, menyampaikan bahwa melalui program ToT, para Camat, Lurah, dan Kepala Desa di Kabupaten Katingan akan menjadi partner untuk berkolaborasi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Katingan.

Hal ini disampaikannya lantaran Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah baru-baru ini melaksanakan Training of Trainers atau ToT yang ditujukan kepada para Camat, Lurah, dan Kepala Desa di Kabupaten Katingan.

"Kita berharap bahwa edukasi dan sosialisasi yang dilakukan dapat memberikan ilmu dan pengetahuan baru kepada para hadirin, serta membantu Kabupaten Katingan berkembang dari sisi akses keuangan dan kesejahteraan masyarakatnya," kata Andrianto pada Rabu, 22 Januari 2025.

Dalam rangkaian kegiatan ini, OJK Provinsi Kalimantan Tengah juga menyampaikan materi mengenai pengenalan OJK, perencanaan dan pengelolaan keuangan, serta tips untuk menghindari kejahatan keuangan.

"Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan dan bagaimana melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan finansial," katanya.

PT BPD Kalimantan Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menyampaikan materi mengenai produk dan layanan jasa keuangan serta produk pinjaman. Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami berbagai pilihan produk keuangan yang tersedia dan bagaimana memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga memberikan materi mengenai pentingnya keamanan transaksi agar terhindar dari kejahatan digital. Mereka menekankan pentingnya berhati-hati, teliti, dan selalu mengonfirmasi kebenaran informasi melalui kanal resmi milik bank. Hal ini penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan digital yang semakin marak.

Selain itu, PT Pegadaian menyampaikan materi mengenai produk simpanan alternatif melalui investasi tabungan emas. Produk ini diharapkan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan cara yang aman dan menguntungkan. Tabungan emas dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang stabil dan memiliki potensi keuntungan jangka panjang.

"Dengan adanya berbagai materi yang disampaikan dalam kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Katingan dapat lebih memahami pentingnya literasi dan inklusi keuangan. Kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga keuangan diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses keuangan yang lebih baik," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/j)