BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap file yang dikirim oleh kontak tak dikenal. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan dan peretasan rekening.
Maraknya kejahatan siber membuat masyarakat rentan terhadap berbagai modus penipuan. Salah satu modus yang sering digunakan adalah pengiriman file mencurigakan melalui pesan singkat atau aplikasi perpesanan.
File-file tersebut dapat berisi malware atau virus yang dapat membahayakan data pribadi dan keuangan.
Sudarsono menjelaskan, file dari kontak tak dikenal berpotensi mengandung virus atau malware yang dapat mengakses data pribadi, termasuk informasi perbankan. Setelah berhasil mengakses data, pelaku kejahatan dapat melakukan pencurian data atau penipuan dengan berbagai modus.
"Jangan sembarangan membuka file dari nomor atau kontak yang tidak dikenal," tegas Sudarsono Kamis, 23 Januari 2025.
--page
Ia menekankan pentingnya verifikasi identitas pengirim sebelum membuka file yang diterima. Jika ragu, sebaiknya file tersebut diabaikan atau dihapus.
Selain itu, Sudarsono juga menyarankan masyarakat untuk selalu memperbarui sistem keamanan perangkat elektronik mereka dan menggunakan antivirus yang terupdate. Langkah ini dapat membantu mencegah perangkat terinfeksi malware dan melindungi data pribadi.
DPRD Kalteng mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada. Jika menemukan hal yang mencurigakan atau merasa menjadi korban penipuan, segera laporkan kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti.
"Pencegahan dini merupakan langkah terbaik untuk melindungi diri dari kejahatan siber," pungkasnya. (PATHUR/y)









