SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Camat Cempaga Adi Chandra mengungkapkan, pembangunan 2026 di daerah tersebut masih memprioritaskan ketahanan pangan serta penerangan jalan. 

"Prioritas utama kita tetap pada ketahanan pangan. Sehingga perlu pendukung untuk itu" ujarnya, Kamis, 23 Januari 2025.

Usulan pembangunan itu telah dibahas pada Musrenbang yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Cempaga belum lama ini. 

Adi Candra mengungkapkan untuk mendukung ketahanan pangan tersebut membutuhkan perbaikan akses jalan menuju lahan pertanian di wilayah tersebut. 

"Jalan usaha tani yang memadai sangat krusial untuk menunjang kelancaran distribusi hasil panen, " ungkapnya. 

Lebih lanjut, Adi mengungkapkan selain akses jalan, penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi perhatian serius.

Ia menyampaikan  Kecamatan Cempaga memiliki beberapa jalur yang rawan kecelakaan, terutama di malam hari.  Oleh karena itu, usulan penambahan PJU di setiap tikungan jalan gelap menjadi salah satu poin penting dalam Musrenbang.

"Beberapa ruas jalan di Cempaga memang cukup gelap dan berkelok. Untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan, kita mengusulkan penambahan PJU di titik-titik rawan tersebut," paparnya. 

Musrenbang ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk pembangunan di Kecamatan Cempaga.  

"Dengan terpenuhinya kebutuhan infrastruktur dan dukungan terhadap ketahanan pangan, kami berharap kesejahteraan masyarakat Cempaga dapat meningkat.  Semoga usulan-usulan yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan," harapnya. (DEVIANA/H)