SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kemunculan buaya di Sungai Mentawa, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang viral diberi makan warga bukan pertama kalinya. BKSDA Resort Sampit bahkan perah memasang jerat buaya dan pernah memburu buaya tersebut tahun lalu, namun gagal tertangkap.

"Berulang kali muncul buaya dan berulang kali dilakukan upaya penangkapan di lokasi ini. Tahun lalu dilaporkan warga ada kemunculan dan kami sudah datang ke lokasi melakukan kegiatan pemasangan dua buah jerat namun saat itu tidak berhasil," kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah saat melakukan observasi lokasi kemunculan buaya di Jalan H Imran Gg Merpati, Kamis, 23 Januari 2025.

Lokasi kemunculan buaya di Sungai Mentawa yang merupakan anak Sungai Mentaya, tepat berada di lengkungan sungai yang menikung. Pada sisi tepi sungai terdapat tumbuhan lebat berbatasan langsung dengan dinding tinggi, di sisi lainnya merupakan wilayah padat penduduk. Bahkan berdekatan dengan pasar sejumput.

Sehingga sungai tampak menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga. Padahal sampah tersebut yang mengundang buaya datang dari muara sungai mentaya lalu masuk ke sungai mentawa yang padat penduduk. 

"Kami melakukan kegiatan observasi ke lokasi dan dari keterangan warga yang kami kumpulkan. Buaya yang muncul pada 22 Januari 2025 panjangnya sekitar 1,5 meter berjenis buaya muara," ujar Muriansyah. 

Berdasarkan keterangan tersebut, diduga kuat buaya yang baru muncul ini bukan buaya yang sama seperti tahun lalu. Sebab tahun lalu, buaya berukuran 1,5 meter. Sehingga jika buaya yang sama, maka dalam rentang waktu tersebut buaya akan tumbuh lebih besar.

Mengingat lokasi kemunculan predator tersebut sangat rentan konflik buaya dengan manusia, pihak BKSDA Resort Sampit akan terus memantaunya. Pihaknya juga melakukan edukasi agar warga berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai terutama malam hari.

"Nanti malam kami akan coba ke lokasi lagi guna memastikan lokasi kemunculan buaya dan direncanakan nanti setelah pasti muncul akan coba tangkap menggunakan teknik jerat di sini," tandas Muriansyah. 

Sementara itu, Jamiat, salah satu warga yang turut memberi makan buaya pada Rabu, 22 Januari 2025 mengatakan, predator tersebut sudah 2 hari terakhir menampakkan diri. Hari pertama, warga tidak memberinya makan. Namun pada hari kedua, warga menjadikannya tontonan dan memberi makan berupa lontong, ikan serta usus ayam.

"Buaya itu muncul mulai 20.00-23.00 WIB dan sempat naik ke tanah. Kami memberi makan karena sepertinya buaya kelaparan," kata Jamiat. 

Sebelumnya diberitakan, kemunculan seekor buaya besar di Sungai Mentawa kembali menjadi perhatian warga sekitar. Kejadian ini sempat terekam dalam video berdurasi 49 detik yang memperlihatkan buaya tersebut menangkap makanan yang dilempar oleh warga menggunakan ranting kayu. Dalam video terdengar suara warga yang berujar, “Enaknya dapat makanan. Wah, lapar banar inya ni lah.”

Tuti Alawiyah, salah satu warga setempat, membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 22 Januari 2025, sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan H Imran, Gang Merpati, di dekat rumah salah seorang warga bernama Amang Junai. (DEWI PATMALASARI/H)