KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Saat berada di Desa Mugi Penyuhu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, berkesempatan mengunjungi  keluarga dari  salah satu tersangka pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, yang saat ini tengah menjalani proses hukum.

Di sebuah rumah kayu sederhana di Desa Mugi Penyuhu, seorang istri harus berjuang sendiri menghidupi kedua anaknya setelah suaminya ditahan akibat kasus pencurian.

Sang suami telah menjalani proses hukum selama tiga bulan terakhir, meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih kecil.

Anak bungsunya baru berusia dua tahun, sementara anak sulung duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Dengan ketiadaan kepala keluarga, sang istri kini menjadi satu-satunya tumpuan keluarga.

"Sejak suami saya ditahan atas kasus pencurian sawit, tidak ada lagi yang menafkahi kami. Keluarga juga tidak ada di sini," ungkap sang istri dengan nada tegar.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia sangat bergantung pada bantuan rutin yang disalurkan oleh Polres Seruyan. Bantuan berupa beras, mie instan, telur, dan kebutuhan pokok lainnya serta sejumlah uang  telah diterima setiap bulan.

"Ini sudah keempat kalinya kami menerima bantuan. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Seruyan atas kepeduliannya kepada kami sekeluarga. Bantuan ini sangat berarti bagi kami," ucapnya  dengan penuh rasa syukur.

Bantuan tersebut menjadi penyelamat bagi keluarga kecil ini, memberikan mereka harapan untuk terus menjalani kehidupan meski dalam keadaan sulit. Namun, lebih dari itu, sang istri memiliki harapan besar agar suaminya mendapat keringanan hukuman.

"Kami berharap suami saya mendapat keringanan hukuman agar kami bisa berkumpul kembali. Semoga ini menjadi pelajaran hidup paling berharga bagi suami saya," tambahnya dengan mata berkaca-kaca.

Kepedulian Kapolres Seruyan AKBP Hans Itta Papahit bersama jajaran, menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga tersangka pencurian sawit yang masih menjalani proses hukum, memberikan secercah harapan di tengah cobaan yang mereka hadapi.

Melalui bantuan ini, keluarga tersebut tidak hanya merasa terbantu secara materi, tetapi juga mendapatkan dukungan moral untuk terus bertahan menjalani kehidupan sehari hari. (FAHRUL/R)