BORNEONEWS, Palangka Raya – Sanggar Teater dan Sastra Biang Lala kembali menghidupkan panggung seni di Kalimantan Tengah dengan menggelar pagelaran teater bertajuk "Terbunuhnya Atmokarpo". Pertunjukan ini berlangsung di UPT Taman Budaya Kota Palangka Raya dan menandai babak baru dalam perkembangan seni teater di wilayah tersebut.
Pagelaran ini sekaligus menjadi momentum peluncuran buku kumpulan puisi "Doa yang Kering" dan merchandise berupa kaos Teater Biang Lala. Dalam acara tersebut, pementasan teater dipentaskan oleh para generasi muda yang membawa harapan baru bagi kesenian teater di Kalimantan Tengah sebagai tongkat estafet penerus.
Agung Catur Prabowo, yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalimantan Tengah, mengapresiasi inisiatif Sanggar Teater Biang Lala. "Ini adalah peristiwa langka bagi Palangka Raya dan Kalimantan Tengah. Kami sangat berterima kasih kepada Sanggar Teater Biang Lala atas dedikasinya mengadakan pertunjukan teater di awal tahun," ujar Agung saat membuka acara.
Ia juga menyampaikan harapannya agar Kalimantan Tengah segera memiliki fasilitas teater tertutup untuk mendukung pengembangan seni pertunjukan. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga langkah penting dalam melestarikan budaya dan seni sastra di Kalimantan Tengah.
Pagelaran ini berhasil menarik perhatian masyarakat dan menjadi simbol kebangkitan seni teater serta sastra di Kalimantan Tengah setelah sekian lama vakum. (YUNISA NASELLA EVANSA/j)









