BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Irfansyah mengungkapkan pihaknya akan menganalisis wilayah Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi terkait pembangunan sekolah di wilayah itu.
"Memang ada permintaan dari warga setempat untuk pembangunan sekolah. Kami akan analisis dulu," katanya, Kamis, 23 Januari 2025.
Irfansyah menjelaskan analisis tersebut untuk memastikan pembangunan sekolah tepat sasaran. Ada beberapa yang menjadi pertimbangan untuk pembangunan sekolah seperti jumlah peserta didik yang terbatas.
"Jangan sampai sekolah itu dibangun dengan menggunakan dana besar ternyata yang sekolah hanya empat orang, sementara bangunannya ratusan juta," ucapnya.
Kemudian, Desa Hanjalipan diketahui rawan terhadap bencana banjir. Hampir setiap tahun, banjir terjadi di wilayah tersebut. Hal ini pun menjadi pertimbangan pihaknya.
"Kami juga mempertimbangkan lokasi pembangunannya karena Desa Hanjalipan itu semuanya rawan banjir, pembangunan sekolah itu harus bebas banjir," terangnya.
Namun Irfan menegaskan pihaknya akan kembali menganalisis, pasalnya semua daerah membutuhkan pendidikan.
"Ini perlu kami lakukan, karena nanti kalau sudah membangun gedung sekolah itu ada kostnya juga yang dianggarkan," terangnya.
Beberapa waktu lalu warga Desa Hanjalipan berharap pemerintah daerah membangun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayahnya. Pasalnya, anak-anak mereka harus menempuh jarak jauh di desa Tehang Kecamatan Parenggean untuk mendapatkan pendidikan tingkat SMP tersebut. (DEVIANA/j)









