TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Proyek rehabilitasi dan renovasi di kompleks Kantor Bupati Barito Timur menyisakan berbagai permasalahan kualitas pekerjaan. Hal ini terungkap dalam investigasi sejumlah wartawan setelah plafon kantor bupati jebol, Kamis, 23 Januari 2025.

Pada bangunan kantor bupati, ditemukan banyak Aluminium Composite Panel (ACP) yang terpasang kurang rapi. Beberapa bagian bangunan juga belum dicat, bekas bongkaran tembok untuk pemasangan AC belum diplester dan pemasangan keramik terlihat asal-asalan.

Masalah serupa ditemukan pada bangunan tempat parkir di belakang kantor bupati. Talang atap tidak berfungsi sehingga air hujan menetes melalui talang atau mengalir di tiang-tiang bangunan. Selain itu, pondasi yang membatasi paving blok dengan jalan beraspal tampak pecah-pecah.

Di area kantin yang juga direnovasi, pekerjaan finishing pada lantai belum rampung. Nat keramik lantai masih berlubang, dan ujung keramik memperlihatkan pondasi yang belum dirapikan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Paulus, mengakui bahwa kualitas pekerjaan rekanan dalam rehabilitasi kantor bupati kurang memuaskan. 

"Apakah rekanan ini bekerja dengan tidak bagus? Saya akui demikian," ujar Paulus mengenai proyek yang menelan anggaran hampir Rp8 miliar tersebut.

Ia menjelaskan ada 15 item pekerjaan yang perlu diperbaiki, termasuk plafon yang baru saja jebol. Pihaknya telah mengirimkan surat teguran kepada rekanan sejak 11 Januari 2025, tetapi hingga kini belum ada tindakan nyata.

"Kami sudah memberikan teguran tertulis maupun lisan. Saat auditor melakukan penilaian akhir, kami akan menyampaikan bahwa upaya perbaikan telah kami lakukan, lengkap dengan bukti surat dan peringatan melalui grup WhatsApp," jelasnya.

Namun, terkait pekerjaan di tempat parkir dan kantin, yang merupakan bagian dari paket pekerjaan berbeda, Paulus mengaku belum mengetahui adanya proses finishing yang belum selesai.

"Informasi dari teman-teman (wartawan) ini akan kami tindaklanjuti dan perintahkan rekanan agar merapikan pekerjaannya. Kami juga menginginkan seperti teman-teman bahwa pembangunan di Bartim bagus," kata Paulus. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)