SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) memfokuskan pada tiga sektor yaitu ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat (kesra), serta infrastruktur.

"Terdapat 50 usulan program prioritas yang diajukan dalam musrenbang tahun ini. Usulan ini terbagi menjadi tiga sektor yaitu infrastruktur sebanyak 15 usulan, pendidikan dan kesra sebanyak 17 usulan, serta bidang ekonomi sebanyak 18 usulan," kata Camat Mentaya Hilir Utara Muslih, Kamis, 23 Januari 2025.

Kegiatan Musrenbang tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Turut hadir Asisten II Sekretariat Daerah Kotim Alang Arianto, 3 Anggota DPRD Kotim dari daerah pilihan III dan lainnya.

Lanjutnya, di sektor infrastruktur, beberapa usulan utama termasuk perbaikan Jalan HM Suharto yang saat ini banyak berlubang, pembangunan jalan penghubung Bunut-Desa Sumber Makmur sepanjang 3 kilometer, serta perbaikan jembatan Sei Baru dan Sei Lepeh.

Usulan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

--page

Di bidang pendidikan dan kesra, beberapa prioritas meliputi pembangunan rumah dinas guru, perbaikan fasilitas sekolah, serta rehabilitasi dan pemeliharaan pusat kesehatan seperti Pustu.

Yang menjadi sorotan ialah rehabilitasi Puskesmas Bagendang yang mengalami kerusakan hingga 60 persen. Menurut Muslih, kondisi puskesmas yang rusak dapat menghambat pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga diharapkan menjadi perhatian mendesak dalam program pembangunan tahun 2026.

Di sektor ekonomi, usulan yang diajukan bertujuan untuk meningkatkan usaha masyarakat. Salah satu programnya adalah pengadaan bibit dan pupuk untuk mendukung produktivitas usaha tani. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian sebagai sumber penghidupan masyarakat Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

“Kami berharap semua program yang diusulkan dapat direalisasikan di tahun 2026, sehingga pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh desa di wilayah ini,” ujar Muslih.

Dengan adanya prioritas yang jelas, Musrenbang Kecamatan Mentaya Hilir Utara diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. (DEWI PATMALASARI/Y)