SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Lanting dan perahu milik warga yang ditabrak oleh kapal tongkang di Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kerugian sekitar Seratus Juta Rupiah.

Kepala Desa Terantang Aswadi Syukur mengatakan, setelah kejadian tersebut, pihak perusahaan tongkang telah menemui warga pemilik lanting dan perahu untuk menghitung total kerugian yang dialami warga.

"Utusan dari perusahaan sudah datang tadi ke sini, untuk menghitung total kerugian. Namun, sampai saat ini belum ada kesepakatan. Setelah, dihitung tadi total kerugian sekitar Seratus Jutaan lebih," kata Aswadi Syukur, Jumat, 24 Januari 2024.

Aswadi menuturkan, Kapten Kapal tongkang itu diduga mengantuk, sehingga kapal hilang kendali dan menabrak lanting dan perahu milik warga yang sedang tambat.

"Sempat sedikit menyenggol rumah warga, tetapi untungnya terhalang oleh perahu. Seandainya, tidak ada perahu itu kemungkinan rumah warga terkena juga," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebuah kapal tongkang menabrak lanting dan perahu milik warga sehingga porak poranda di Desa Terantang, Kecamtan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat, 24 Januari 2025.

Dari informasi yang didapat insiden itu terjadi sekitar 03.00 WIB. Dari video yang beredar di terlihat warga sekitar terlihat panik, yang membuat lanting dan perahu milik warga rusak berat.

Jumadi, warga sekitar mengatakan dirinya melihat kapal lanting dan perahu milik warga itu sudah hancur, hanya meyisakan puing-puing kayu yang berserakan di bantaran sungai mentaya.

"Kejadiannya subuh tadi, ketika saya bangun warga sudah mulai berkumpul dan melihat lanting rusak berat," kata Jumadi. (BUDDI RAHMAT H/H)