BORNEONEWS, Palangka Raya - Komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah selama November 2024 adalah batu bara, minyak kelapa sawit, dan kayu olahan. Batu bara termasuk dalam kelompok bahan bakar mineral, minyak kelapa sawit dalam kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, serta kayu olahan dalam kelompok kayu dan barang dari kayu. Dibandingkan bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor pada beberapa kelompok komoditas.
"Kelompok komoditas bahan bakar mineral mengalami peningkatan sebesar US$82,50 juta atau naik 41,85 persen. Kelompok komoditas kayu dan barang dari kayu juga mengalami peningkatan signifikan sebesar US$11,79 juta atau naik 244,10 persen. Selain itu, kelompok komoditas ampas/sisa industri makanan meningkat sebesar US$0,94 juta atau naik 76,42 persen, dan kelompok garam, belerang, kapur meningkat sebesar US$0,73 juta atau naik 52,90 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Jumat, 24 Januari 2025.
Namun, kata Agnes, tidak semua kelompok komoditas mengalami peningkatan. Kelompok komoditas lemak dan minyak hewani/nabati mengalami penurunan nilai ekspor sebesar US$8,13 juta atau turun 17,64 persen.
"Kelompok komoditas karet dan barang dari karet juga mengalami penurunan sebesar US$1,56 juta atau turun 22,25 persen," katanya.
Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year on year), sejumlah golongan barang mengalami penurunan nilai ekspor yang cukup besar pada November 2024. Penurunan nilai ekspor year on year terbesar terjadi pada kelompok bijih, kerak, dan abu logam senilai US$6,56 juta atau turun 34,51 persen. Diikuti oleh kelompok ampas/sisa industri makanan yang mengalami penurunan nilai ekspor sebesar US$0,73 juta atau turun 25,17 persen.
"Sebaliknya, beberapa kelompok golongan barang mengalami peningkatan dengan peningkatan terbesar adalah kelompok bahan bakar mineral senilai US$10,63 juta atau naik 3,95 persen. Dilihat secara kumulatif, nilai ekspor pada Januari-November 2024 turun sebesar US$834,65 juta atau turun 18,79 persen dibanding nilai ekspor pada periode Januari-November 2023," terang Agnes.
Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya nilai ekspor sejumlah kelompok barang. Kelompok bahan bakar mineral mendominasi penurunan ini dengan penurunan senilai US$537,08 juta atau turun 15,92 persen.
"Penurunan nilai ekspor juga terlihat pada seluruh kelompok kategori, kecuali pada kelompok karet dan barang dari karet yang mengalami kenaikan sebesar US$10,90 juta atau naik 33,22 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," jelasnya lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









