BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada November 2024, layanan transportasi ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah mencatat nilai sebesar US$63,59 juta. Angka ini menunjukkan penurunan kontribusi dari 20,97 persen pada Oktober 2024 menjadi 17,84 persen. Terdapat tiga pelabuhan utama yang melayani ekspor di Kalimantan Tengah selama bulan tersebut, yaitu Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Pangkalan Bun, dan Pelabuhan Sampit.
"Pelabuhan Kumai mencatat total nilai ekspor sebesar US$49,80 juta, sementara Pelabuhan Pangkalan Bun mencatat nilai sebesar US$6,18 juta, dan Pelabuhan Sampit sebesar US$3,98 juta," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Jumat, 24 Januari 2025.
Meskipun terjadi penurunan kontribusi, nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada November 2024 mengalami peningkatan sebesar 7,51 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, dari US$59,15 juta menjadi US$63,59 juta.
"Di sisi lain, layanan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lain mencatat nilai sebesar US$292,80 juta atau 82,16 persen dari total nilai ekspor Kalimantan Tengah," katanya.
Sebagian besar ekspor ini melalui Pelabuhan Banjarmasin dengan nilai sebesar US$229,10 juta atau 64,28 persen dari total nilai ekspor Kalimantan Tengah.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan kontribusi ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah, peningkatan nilai ekspor dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan adanya pertumbuhan positif. Hal ini mencerminkan upaya yang terus dilakukan untuk meningkatkan kinerja ekspor di wilayah tersebut.
Dengan adanya tiga pelabuhan utama yang melayani ekspor, Kalimantan Tengah tetap menjadi salah satu wilayah penting dalam kegiatan ekspor Indonesia. Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, dan Sampit terus berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas ekspor.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan dalam kontribusi ekspor, peningkatan nilai ekspor menunjukkan potensi dan peluang yang masih dapat dikembangkan di Kalimantan Tengah. Upaya untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas pelabuhan di wilayah ini diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekspor di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/j)









