BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada November 2024, nilai layanan ekspor melalui provinsi lain mengalami penurunan sebesar 1,80 persen dibandingkan dengan November 2023, dari US$298,16 juta menjadi US$292,80 juta. Meskipun demikian, secara year to year, layanan ekspor melalui provinsi lain mengalami kenaikan di hampir semua pelabuhan utama kecuali Pelabuhan Kotabaru di Kalimantan Selatan, Pelabuhan Tanjung Priok di DKI Jakarta, dan beberapa pelabuhan lainnya.
"Peningkatan tertinggi secara year on year terjadi di Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang mencatat kenaikan sebesar US$36,39 juta atau naik 18,88 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Jumat, 24 Januari 2025.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan di beberapa pelabuhan, Pelabuhan Banjarmasin berhasil meningkatkan aktivitas ekspornya secara signifikan.
"Secara kumulatif, jika dibandingkan dengan periode Januari-November 2023, terjadi penurunan layanan ekspor melalui pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah sebesar US$230,12 juta atau turun 27,37 persen," katanya.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya aktivitas ekspor di Pelabuhan Kumai yang mencapai US$153,45 juta atau turun 22,56 persen.
Kondisi serupa juga terjadi untuk layanan ekspor melalui provinsi lain yang mengalami penurunan sebesar US$604,12 juta atau turun 16,78 persen.
"Penurunan ini sebagian besar disumbangkan oleh penurunan layanan ekspor melalui Pelabuhan Banjarmasin yang turun sebesar US$502,09 juta atau turun 18,13 persen," tuturnya.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat penurunan di beberapa pelabuhan, peningkatan di pelabuhan lainnya menunjukkan bahwa aktivitas ekspor Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/j)









