SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengusulkan pembangunan jalan baru sepanjang sekitar 18 kilometer dari Desa Tumbang Penyahuan menuju Desa Tumbang Batu.  Jalan ini sangat dibutuhkan sebagai akses penghubung utama Kecamatan Bukit Santuai ke Kecamatan Telagantang. 

"Terkait jalan ini sudah kami usulkan di Musrenbang RKPD Tahun 2026 di Kecamatan Bukit Santuai. Ini masuk dalam pembangunan infrastruktur," kata Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bukit Santuai Agus Saptono, Jumat, 24 Januari 2025.

Agus menjelaskan bahwa saat ini Kecamatan Bukit Santuai belum memiliki akses jalan negara yang menghubungkannya dengan kecamatan lain.  Jalan yang diusulkan ini nantinya akan menjadi jalan pemerintah.  Namun untuk membuka jalan tersebut kendala utamanya adalah jalur itu masuk dalam kawasan hutan. 

"Kami pemerintah Kecamatan Bukit Santuai memohon kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk membantu kami dalam pembukaan koridor badan jalan kurang lebih 18 KM. Nanti ini akan menjadi satu-satunya jalan penghubung dari Bukit Santuai ke Kecamatan Telagantang dan ke depan akan dijadikan Jalan pemerintah," ungkapnya. 

Untuk mengatasi kendala perizinan, Kecamatan Bukit Santuai meminta bantuan instansi terkait dalam pengurusan Surat Keputusan (SK) pinjam pakai kawasan hutan.  Ia menambahkan bahwa telah ada pihak ketiga yang menyatakan kesiapannya membantu pembukaan badan jalan awal melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kalau pihak ketiga di kawasan kami yang masuk di kecamatan siap membantu, asalkan SK pinjam pakai kawasan dari kementerian sudah kami kantongi.  Bantuan dari pihak ketiga ini berupa penyediaan minyak dan alat berat.  Pembangunan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan perekonomian di kecamatan kami," harapnya. (DEVIANA/j)