BORNEO, Kasongan-- Dampak musim kemarau tahun 2016 di wilayah Kabupaten Katingan dinilai tidak terlalu signifikan. Pasalnya, di sela musim kemarau itu terjadi beberapa kali turun hujan.
"Saya menilai dampak musim kemarau tahun ini di Kabupaten Katingan tidak signifikan," sebut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Katingan, Hap Baperdo di sela dirinya menghadiri acara penandatanganan perjanjian bersama antara Kapolres dengan Bupati Katingan tentang pengelolaan lahan tanpa bakar di Aula Kantor Camat Katingan Tengah, Kamis (22/9).
Menurut Hap Baperdo dalam seminggu terakhir ini berdasarkan pantauan pihaknya dan juga data dari BMKG menunjukkan bahwa di wilayahnya sudah tidak ditemukan lagi titik panas (hotspot).
Tidak signifikannya dampak musim kemarau tahun ini, sebut Hap Baperdo karena sejak awal menjelang musim kemarau pemerintah daerah bersama pihak Polres Katingan juga gencar melakukan sosiawisi dari tingkat desa, kecamata hingga kabupaten.
Hap Baperdo juga mengatakan bahwa dengan adanya hujan di sela musim kemarau itu dinilai sangat membantu tim pemadam kebakaran dalam menanggulangi karhutla di daerahnya itu. "Dengan adanya hujan itu kita sangat bersyukur karena titik api yang pada awalnya terpantau menjadi hilang," sebutnya.
Bahkan dengan adanya hujan di sela musim kemarau, Hap Baperdo mengaku ada salah seorang camat, yakni Camat Tasik Payawan, Ciing yang memposting ke WA group Pemda Katingan. "Isi postingan Camat Tasik Payawan itu yakni, 'Selamat tinggal kebakaran lahan dan hutan," kata Hap Baperdo.
Pasalnya, dengan musim kemarau ini terlebih ada larangan membakar hutan dan lahan, para camat ini khawatir di wilayahnya akan terjadi karhutla.
"Sebab karhutla ini buat momok bagi dirinya juga. Tapi meski ada hujan kita tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya karhutla ini," imbuh Hap Baperdo. (GP/*)








