KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang  – Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, perlahan tapi pasti  kini menjadi salah satu  pusat pengembangan ekonomi pedesaan yang terus bertumbuh.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, Polres Seruyan, Pemerintah Desa (Pemdes), serta pihak swasta, upaya bersama untuk mendorong perekonomian masyarakat desa kian membuahkan hasil.

Di sejumlah desa seperti Desa Mugi Penyuhu, Ayawan, Tumbang Bai, dan Durian Tunggal, geliat usaha produktif mulai terasa, dengan di kembangkannya usaha peternakan ayam petelur binaan PT Bangun Jaya Alam Permai 03 (PT BJAP 03), yang kini berkembang pesat sebagai sumber penghasilan baru bagi warga setempat.

Di Desa Durian Tunggal, peternakan ayam petelur yang dikelola  Koperasi Durian Tunggal Jaya Abadi telah menunjukkan hasil positif meski baru berjalan  sekitar dua bulan.

“Masyarakat senang, hasilnya mulai terlihat. Dari seribu ekor ayam yang baru masuk kandang dua bulan lalu, kini sudah menghasilkan sekitar 800 butir telur per hari, dengan harga jual Rp1.750 per butir,” ujar Ketua koperasi, Arsyadi, saat di temui, Rabu, 22 Januari 2025.

Koperasi ini memiliki 171 anggota yang semuanya merupakan warga Desa Durian Tunggal. Melihat potensi yang menjanjikan, Arsyadi berencana memperluas usaha dengan menambah jumlah ayam  termasuk kapasitas kandang.

--page

Kepala Desa Durian Tunggal, Riduan, merasa bersyukur usaha peternakan ayam petelur di desanya sudah berkembang dan  menghasilkan,  guna meningkatkan perekonomian warga.

“Awalnya sulit memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang potensi usaha ini. Tapi Alhamdulillah, sekarang sudah berkembang. Dari seribu ekor ayam, kami bisa menghasilkan sekitar 80 persen. Selain perusahaan, telur juga diserap oleh masyarakat untuk dijual di warung-warung,” jelasnya.

Di Desa Mugi Penyuhu, Ketua Koperasi Mugi Bina Bersama, Kino Imran, juga merasakan dampak positif  dari Kegiatan Usaha Produktif peternakan ayam petelur di desa setempat.

“Produksi kami kini mencapai 800 butir telur per hari, atau sekitar 70 persen dari kapasitas. Kami berterima kasih kepada Pemkab Seruyan dan pihak kepolisian yang terus mendukung dan menyemangati kami,” ungkap Kino.

Menurut Kino, hasil produksi telur tidak perlu repot mencari penampung karena PT BJAP 03 sebagai mitra koperasi siap menyerap seluruh telur hasil usaha peternakan yang di kembangkan di desa setempat.
“Meski belum ada harga tetap yang disepakati, kami berharap perusahaan bisa menjadi penampung tetap dan membantu keberlanjutan usaha ini, termasuk bisa membantu namambah jumlah ayam dan kendang baru, ” harapnya.

Camat Seruyan Tengah, Ramiah, menilai pengembangan  peternakan  ayam petelur di wilayahnya  sebagai langkah strategis untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa, terutama yang bersinggungan dengan wilayah perusahaan.

“Dari enam desa dan satu kelurahan di Kecamatan Seruyan Tengah, empat desa telah mengembangkan peternakan ayam petelur. Ini sangat potensial tidak hanya untuk menopang ekonomi tetapi juga sebagai penyedia utama kebutuhan telur di wilayah ini,” jelas Ramiah.

Ramiah  berharap keberhasilan peternakan ayam petelur ini dapat berlanjut dan semakin berkembang sehingga mampu memenuhi kebutuhan telur untuk kecamatan Seruyan Tengah dan sekitarnya, sehingga  dapat terwujud Seruyan Tengah swasembada telur  ayam.

Kesuksesan peternakan ayam petelur ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara Pemkab Seruyan, pihak kepolisian, kalangan  swasta, dan masyarakat mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Pj Sekda Seruyan dr Bahrun Abbas mengapresiasi upaya pengembangan ekonomi masyarakat melalui peternakan ayam petelur di wilayah Seruyan Tengah melalui program Kegiatan Usaha Produktif (KUP) binaan salah satu perusahaan perkebunan.

“Pemerintah daerah berharap usaha ini akan terus berkembang, sehingga bisa menjadi contoh, bahwa kita bisa mengembangkan usaha lain dari sisi perekonomian, tidak harus dari sawit tetapi di luar sawit pun ada usaha-usaha yang menguntungkan, “ tuturnya.

Abbas menekankan pentingnya keberlanjutan program ini untuk mendukung peningkatan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat serta upaya mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, Pemkab Seruyan akan terus mendorong kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan program ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal. (FAHRUL/Y)