PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Komandan Kodim (Dandim) 1014 Pangkalan Bun Letkol Inf Makin menegaskan bahwa penerimaan calon anggota TNI AD tidak dipungut biaya alias gratis.

Saat ini proses pendaftaran Tamtama Prajurit Karier 2025 tengah berlangsung, dan masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

"Tidak ada pungutan apa pun dan gratis. Silakan bagi putra dan putri yang ingin menjadi anggota TNI AD untuk mendaftarkan diri," kata Letkol Inf Makin, Sabtu, 25 Januari 2025.

Pihaknya tidak akan mentolerir praktik suap atau pungutan liar dalam proses seleksi. Jika ditemukan adanya transaksi yang melibatkan uang dalam proses penerimaan, tindakan tegas akan segera diambil.

"Kami akan menindak tegas apabila ada oknum yang mencoba menjanjikan kelulusan kepada peserta seleksi. Kalau benar terbukti ada transaksi dan sebagainya, saya akan proses. Kalau ada yang dimintai duit, lapor ke saya dan langsung saya tindak, tetapi harus ada bukti kalau anggota TNI yang melakukannya," ujarnya dengan tegas.

Letkol Inf Makin juga menekankan bahwa tujuan utama seleksi ini adalah mendapatkan calon prajurit yang potensial, berkualitas, dan profesional. Oleh karena itu, pihaknya memastikan bahwa tidak ada praktik titipan atau sogokan dalam penerimaan anggota TNI AD.

"Kami ingin mendapatkan calon prajurit yang benar-benar layak, bukan karena uang atau rekomendasi pihak tertentu. Semua personel sudah diberitahu bahwa tidak boleh ada yang menerima, menawarkan, atau menjanjikan kelulusan dengan imbalan," tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya proses seleksi agar transparansi dan kejujuran tetap terjaga.

"Diharapkan dengan adanya ketegasan ini, proses penerimaan anggota TNI AD khususnya di wilayah Kodim 1014 dapat berjalan dengan bersih dan transparan. Kami berharap semua bisa mengawasi," pungkasnya. (DANANG/H)